Fakta Ular Kobra di Jember, Berkeliaran di Rumah Warga hingga Masuk ke Masjid

Kompas.com Dipublikasikan 10.28, 09/12/2019 • Pythag Kurniati
Bagus Supriadi
Petugas Damkar saat menyisir ular kobra di selokan yang meresahkan warga

KOMPAS.com- Ular-ular kobra ditemukan berkeliaran di Jember, Jawa Timur. Keberadaan ular-ular tersebut meresahkan warga setempat.

Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember telah menerima laporan masyarakat terkait ditemukannya ular-ular berbisa ini.

Diduga, pergantian musim dan kebersihan lingkungan menjadi pemicu ular kobra berkeliaran ke pemukiman warga. Berikut faktanya:

Laporan dari tiga lokasi di Jember

Menurut keterangan regu pemadam kebakaran (damkar) Jember, pihaknya mendapat laporan masyarakat mengenai penemuan ular-ular kobra.

Laporan tersebut berasal dari tiga lokasi di Jember. Pertama, di Kelurahan Tegalbesar, Jember, Jawa Timur.

Di tempat ini, petugas damkar mendapati ada puluhan ular kobra berkeliaran.

Petugas kembali mendapat laporan ditemukannya ular kobra di Jalan Jayanegara. Dari wilayah itu dilaporkan ada satu ekor ular kobra berkeliaran.

Kemudian, masyarakat di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember pun melaporkan hal yang sama pada Jumat (6/12/2019)

“Barusan yang di Jubung sudah ditemukan tiga, terbunuh semua. Saya juga menemukan satu ular kobra kecil juga dalam kondisi sudah mati,” kata Komandan Regu Damkar Jember Dwiatmoko.

Baca juga: Puluhan Ular Kobra Masuk ke Rumah Warga di Jember

Masuk ke kawasan masjid

Tak hanya berkeliaran di pemukiman warga, ular kobra juga ditemukan masuk di kawasan Masjid Jami Baitul Amien di alun-alun Jember.

Berdasarkan keterangan warga, mereka melihat ular kobra itu masuk ke halaman masjid pada Kamis (7/12/2019).

Peristiwa tersebut sempat mengejutkan warga dan beberapa pelajar yang tengah berada di belakang masjid.

“Akhirnya langsung dibunuh oleh pedagang yang ada di sekitar masjid," katanya.

Baca juga: Ular Cobra Masuk Kawasan Masjid Jami Baitul Amien Jember

Pergantian musim diduga jadi pemicu

Dwiatmoko menduga, pergantian musim menjadi pemicu berkeliarannya ular-ular kobra di Jember.

Cuaca yang panas disinyalir membuat ular-ular berbisa itu keluar hingga ke pemukiman warga.

Mengantisipasi kejadian serupa, ia meminta warga menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami juga minta pengurus masjid menebar kapur barus, agar ular tidak naik ke atap-atap bangunan. Setelah kami sisir di setiap sudut masjid dan sekolah, tidak ditemukan lagi," ujarnya.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis Kontributor Jember, Bagus Supriadi | Editor Robertus Belarminus, Abba Gabrilin)

Penulis: Pythag KurniatiEditor: Pythag Kurniati

Artikel Asli