Fakta Seputar Kehamilan pada Wanita dengan Rahim Terbalik

SehatQ Dipublikasikan 04.00, 07/08 • Asni Harismi
Fakta Seputar Kehamilan pada Wanita dengan Rahim Terbalik
Hasil USG yang menunjukkan rahim terbalik

Sebagian besar wanita memiliki bentuk rahim yang melengkung ke depan, berada di atas kandung kemih, dan bagian puncak (fundus) berada di sekitar dinding perut. Namun, sekitar 25 persen wanita memiliki bentuk rahim yang tidak normal atau disebut dengan rahim terbalik.

Rahim terbalik menggambarkan posisi rahim yang melengkung ke belakang sehingga fundus berada di atas rektum. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah rahim retroversi, retrofleksi alias, maupun rahim retro saja.

Bagaimana cara Anda mengetahui bentuk rahim terbalik atau tidak? Bagaimana pula peluang Anda untuk hamil ketika divonis mengalami rahim terbalik? Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Berikut ulasannya dari sisi medis.

Gejala rahim terbalik

Mayoritas wanita yang memiliki rahim terbalik tidak menunjukkan gejala apa pun dan baru tahu ketika mereka melakukan pemeriksaan rutin karena keluhan lain, salah satunya kehamilan. Namun pada beberapa kasus, rahim terbalik bisa ditandai dengan rasa nyeri saat berhubungan seksual maupun saat menstruasi.

Keluhan ini memang bisa berarti banyak hal, tak melulu rahim terbalik. Oleh karena itu, untuk menegakkan diagnosis, Anda sebaiknya memeriksakan diri pada dokter kandungan jika mengalami gejala tersebut untuk memastikan penyebabnya.

Bisakah wanita dengan rahim terbalik hamil?

Salah satu kekhawatiran terbesar dari wanita yang mengalami rahim terbalik adalah soal kesuburan dan kehamilan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena pada prinsipnya wanita dengan kondisi ini tetap bisa dibuahi dan dapat hamil seperti wanita pada umumnya.

Bila rahim Anda terbalik dan mengalami keluhan seputar infertilitas (sulit hamil setelah 1 tahun mencoba), dokter juga akan melakukan pemeriksaan seperti wanita pada umumnya. Pemeriksaan itu meliputi deteksi ada atau tidaknya fibroid rahim, endometriosis, infeksi radang panggul, dan sebagainya.

Meskipun demikian, wanita hamil yang memiliki rahim terbalik mungkin mengalami beberapa kendala kehamilan, terutama di trimester pertama, seperti:

  • Janin sulit dideteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi sehingga dokter akan menggunakan pemindaian melalui vagina.
  • Sulit buang air besar karena fundus kian menekan rektum.
  • Muncul sakit punggung.

Ketika memasuki ujung trimester pertama, tepatnya saat usia kehamilan memasuki 10-12 minggu, rahim Anda akan semakin kuat sehingga tidak lagi bengkok ke arah belakang. Hanya saja, ada beberapa kasus ibu hamil yang rahimnya tidak bisa ‘menormalkan dirinya sendiri’ karena adanya perlengketan rahim di panggul atau disebut inkarserasi rahim.

Dalam kondisi ini, risiko Anda mengalami keguguran akan meningkat. Kendati demikian, saat perlengketan itu bisa diketahui secara dini, peluang terjadinya keguguran bisa dikurangi dengan perawatan dokter yang mumpuni.

Oleh karena itu, Anda harus langsung memberi tahu dokter Anda jika mengalami gejala inkarserasi rahim. Gejala tersebut, di antaranya tidak dapat buang air kecil maupun buang air besar selama beberapa hari dan muncul rasa nyeri atau tidak nyaman di perut atau di sekitar rektum.

Saat gejala tersebut muncul, dokter akan melakukan pemindaian USG atau pemeriksaan panggul untuk menegakkan diagnosis. Setelah masalah ini lewat, Anda biasanya akan menjalani kehamilan normal seperti wanita dengan rahim pada umumnya.

Dengan kata lain, Anda pun tetap bisa melahirkan lewat proses persalinan normal maupun operasi caesar. Hanya saja, persalinan normal mungkin akan memicu rasa sakit pada punggung bagian bahwa yang lebih hebat dari wanita dengan rahim normal.

Penyebab rahim terbalik

Wanita bisa memiliki rahim terbalik dari lahir ataupun didapat ketika sudah dewasa. Beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya rahim terbalik adalah:

1. Endometriosis

Jaringan endometriosis bertindak seperti lem yang melekatkan rahim di posisi terbalik.

2. Fibroid 

Kemunculan fibroid bisa menyebabkan rahim berbentuk tidak beraturan hingga melengkung ke belakang alias terbalik.

3. Masalah pada panggul

Peradangan panggul yang tidak segera diatasi bisa mengakibatkan rahim terbalik, begitu pula bila Anda pernah melakukan operasi panggul.

4. Riwayat kehamilan

Kadang, ligamen yang menaham rahim tetap berada di tempatnya akan melonggar sehingga memaksa rahim untuk membengkok ke belakang.

Penanganan rahim terbalik

Operasi dapat menjadi pilihan untuk menangani rahim terbalik

Rahim terbalik bisa diperbaiki secara sementara maupun permanen, yaitu:

1. Gerakan knee-chest

Gerakan olahraga ini dapat memperbaiki rahim terbalik dalam kurun waktu tertentu. Namun, langkah ini tidak efektif bila rahim terbalik Anda disebabkan oleh endometriosis, fibroid, maupun radang panggul.

2. Pesari

Alat yang terbuat dari plastik atau silikon ini bisa dimasikkan ke dalam vagina untuk memberbaiki posisi rahim. Hanya saja, alat ini tidak bisa digunakan dalam jangka panjang karena dikhawatirkan menyebabkan infeksi vagina.

3. Operasi

Bila Anda ingin solusi yang lebih permanen, operasi reposisi rahim adalah pilihannya. Lewat operasi, Anda juga tidak akan lagi mengalami nyeri saat berhubungan seksual maupun menstruasi. Salah satu bentuk operasi pembetulan rahim terbalik dinamakan UPLIFT yang lebih minim risiko komplikasi dibanding prosedur lainnya.

Apa pun pilihan perawatan yang Anda pilih, pastikan untuk berkomunikasi dengan dokter Anda. Ketika Anda positif hamil, segera periksakan kandungan pada dokter agar kemungkinan terjadinya keguguran bisa diminimalisir.

Artikel Asli