Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Kompas.com Dipublikasikan 23.56, 17/11/2019 • Rachmawati
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Evakuasi Jenazah Tugiyo (71) Warga Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul Yogyakarta Minggu (17/11/2019)

KOMPAS.com - Minggu (17/11/2019) siang, seorang tamu datang ke rumah Tugiyo alias Gembong (71) warga Dusun Logandeng, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul Yogyakarta.

Setelah beberapa kali pintu rumah diketuk, tidak ada jawaban dari pemilik rumah.

Sang tamu kemudian mecium aroma menyengat. Ia pun segera menghubungi tetangga dan mendobrak rumah.

Tugiyo yang akrab dipanggil Mbah Gembong sang pemilik rumah ditemukan meninggal dengan kondisi tubuh membusuk di ruang tamu.

Selama ini Mbah Gembong tinggal seorang diri. Dulu ia dikenal sebagai 'orang pintar' di desanya.

Diduga Mbah Gembong telah meninggal sepekan yang lalu.

Baca juga: Meninggal Seminggu Lalu, Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya

 

Tinggal seorang diri

Suhari, Kepala Desa Logandeng mengatakan Mbah Gembong sejak beberapa tahun terakhir tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana.

Ia memiliki keluarga yang tinggal di luar desa.

Setelah Mbah Gembong ditemukan tewas, pihak pemerintah desa segera menghubungi keluarganya.

Kepada pihak desa, keluarga menolak jenazah Mbah Gembong diotopsi.

"Tadi anaknya sudah menyerahkan ke masyarakat," katanya.

Baca juga: Lagi, Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Makanan, Satu Orang Meninggal

 

Diduga sakit

Kanit Reskrim Polsek Playen Iptu Wasdiyanto mengatakan polisi telah memeriksa kondisi tubuh Mbah Gembong dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Diduga korban sakit dan tidak ada warga yang mengetahui, karena selama ini Mbah Gembong tinggal seorang diri.

"Perkiraan meninggalnya sudah seminggu. Hal itu dilihat dari kondisi jenazah yang sudah membusuk," ucapnya.

Dia berharap jika ada warga yang tinggal sendiri di rumah, apalagi sudah lanjut usia, sebaiknya para tetangga sesekali menengok agar kejadian tersebut tidak berulang.

Baca juga: Mengidap Jantung, Satu Warga Meninggal Dunia Setelah Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Markus Yuwono | Editor: Farid Assifa

Editor: Rachmawati

Artikel Asli