Fakta Metamorfosis Kupu-Kupu dari Ulat yang Perlu Diketahui si Kecil

Popmama.com Dipublikasikan 07.30, 10/08 • Amelia Putri
Unsplash/Daniel Klein

Kupu-kupu dikenal sebagai binatang cantik karena memiliki sayap yang berwarna-warni dengan motif menarik. Hingga tak heran, kupu-kupu banyak disukai terutama oleh anak-anak. 

Selain dari bentuknya yang indah dipandang, ada fakta unik lain dari kupu-kupu. Sebelum menjadi binatang yang bisa terbang, kupu-kupu memiliki sejarah kehidupan yang cukup panjang dimulai dari ulat. 

Proses perubahan bentuk dari ulat hingga menjadi kupu-kupu disebut sebagai metamorfosis, Ma.

Berikut Popmama.com jelaskan fakta penting tentang metamorfosisis kupu-kupu dari ulat yang perlu diketahui si Kecil. 

Proses metamorfosis kupu-kupu

Unsplash/Suzanne D. Williams

Proses metamorfosis kupu-kupu berawal dari telur, ulat, dan kepompong terlebih dahulu. Kupu-kupu melewati perjalanan yang panjang dan dalam waktu lama.

Namun, sebenarnya berlangsung dengan sederhana. Berikut penjelasan mengenai tahapan metamorfosis yang terjadi pada ulat sebelum menjadi kupu-kupu:

1. Proses telur

Www.1stearlyed.com

Umumnya, telur kupu-kupu menempel pada daun atau ranting pohon. Namun, paling sering ditemui pada bagian ujung atau di bawah helai daun.

Telur kupu-kupu berbentuk bulat atau silinder berukuran kecil dan banyak. Bentuk telur tergantung pada jenis kupu-kupu. Proses telur ini berlangsung 3–5 hari dan kemudian menetas.

2. Proses ulat (larva)

Unsplash/Thomas Park

Setelah menetas, ulat atau larva yang keluar akan memakan sisa cangkang dari telur dan dedaunan di sekitarnya. Saat beberapa waktu dan tubuh ulat semakin besar, biasanya, kulit luar ulat akan berganti menjadi kulit yang baru. 

Hari demi hari akan dilalui ulat di atas pohon, tempat tinggalnya sejak masih berbentuk telur. Ulat pun hanya mengandalkan dedaunan di sekitarnya untuk makan. 

Tubuh ulat yang masih kecil dan cukup lemah membuatnya tidak bisa kemana-mana sehingga ia akan tumbuh serta berkembang di atas pohon saja. 

3. Proses kepompong (pupa)

Unsplash/Bankim Desai

Saat tumbuh dan berkembang di atas pohon. Ulat kemudian akan berubah bentuk menjadi pupa (kepompong) saat berat dan panjang badannya telah maksimal. 

Dari bagian luarnya, kepompong terlihat seperti 'rumah' dengan 'selimut' yang menutupi tubuh ulat sangat rapat sehingga terkesan seperti sedang beristirahat. Padahal, di tahap kepompong, ulat melalui proses yang luar biasa. 

Tahap inilah yang disebut sebagai metamorfosis. Anggota tubuh dan organ ulat mengalami perubahan yang luar biasa hingga menjadi bentuk fisik kupu-kupu sempurna. 

Metamorfosis menghasilkan kupu-kupu dewasa

Unsplash/Krzysztof Niewolny

Setelah proses kepompong selesai, kupu-kupu dewasa pun bersiap untuk menjalani kehidupan. Saat pertama kali keluar dari kepompongnya, sayap kupu-kupu masih lunak dan terlipat di tubuhnya sehingga belum bisa terbang. 

Mengutip laman IDNTimes, kupu-kupu harus segera memompa cairan tubuh ke vena sayapnya untuk mengembangkannya sebelum terbang. 

Ketika sayapnya mencapai ukuran penuh, kupu-kupu harus beristirahat selama beberapa jam untuk membiarkan tubuhnya kering dan mengeras sebelum terbang untuk pertama kalinya. 

Jika kupu-kupu telah bisa terbang, ia pun akan mencari makanan untuk bertahan hidup. Lalu, mencari pasangan untuk berkembang biak. Kupu-kupu dewasa hanya fokus pada 2 hal ini saja karena masa hidupnya yang tidak panjang. 

Itulah beberapa fakta menarik mengenai proses metamorfosis kupu-kupu yang berasal dari ulat. Semoga bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan untuk si Kecil, Ma. 

  • Beri Tahu si Kecil, Fakta Nepeta Cataria atau Tumbuhan Catnip
  • Perkaya Pengetahuan Anak, 7 Fakta Menarik Nothern Lights atau Aurora
  • Indah Dipandang, Ini 5 Fakta Menarik Pelangi yang Perlu Diketahui Anak
Artikel Asli