Fakta Bus Rombongan Guru TK Terjun ke Sungai, Berawal dari Hindari Truk Mogok hingga 5 Penumpang Tewas

Kompas.com Dipublikasikan 02.54, 08/12/2019 • Candra Setia Budi
(ANTARA Jatim/ HO)
Bus yang mengangkut rombongan guru pengawas dan kepala sekolah TK asal Kabupaten Tulungagung yang masuk ke sungai di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). Dikabarkan lima orang meninggal akibat kecelakaan itu.

KOMPAS.com - Lima orang penumpang tewas dan 24 luka-luka setelah Bus PO Fabian Anugrah Trans yang mengangkut rombongan guru pengawas dan kepala sekolah taman kanak-kanak asal Kabupaten Tulungaung, Jawa Timur, terjun ke sungai di Kecematan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Lima orang tewas terdiri dari satu orang pengemudi motor dan empat orang penumpang bus.

Diketahui rombongan tersebut berencana menghabiskan akhir pekan di Pasuruan.

Kapolres Blitar Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pihaknya belum memeriksa para pihak karena saat ini masih fokus pada penanganan korban.

Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Endah Woro mengatakan, pihaknya saat ini menangani 24 penumpang bus.

Dari jumlah 24 korban tersebut, dua orang mengalami luka berat.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Kronologi kejadian

Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto mengatakan, kecelakaan bermula saat bus dengan nomor polisi AG 7555 UR yang dikemudikan oleh Miftakhul Huda melaju dari arah barat di Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, atau tepatnya di sebelah timur SPBU Kesamben.

Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton diketahui sedang berhenti karena mogok di atas jembatan tersebut.

Bus diduga menghindar ke kanan dan menabrak satu sepeda motor dengan nomor polisi AG 3094 KBB yang dikendarai oleh Ridwan datang dari arah yang berlawanan, selanjutnya bus naas itu terjun ke sungai yang ada di kanan jalan.

"Bus menghindari kendaraan truk mogok, selanjutnya terjadi benturan dengan kendaraan sepeda motor. Selanjutnya bus mengarah ke kanan dan terperosok masuk sungai," katanya melalui keterangan tertulis kepadaKompas.com.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK yang Tewaskan 5 Orang

 

2. Lima penumpang tewas

Akibat kejadian itu, lima orang penumpang yang ada di dalam bus tersebut meninggal dunia.

Lima orang tewas terdiri dari satu orang pengemudi motor dan empat orang penumpang bus.

Berdasar data yang diperoleh, dari lima orang yang tewas itu, empat di antaranya warga Tulungagung, yakni Siti Fatimah (50) warga Kecamatan Gondang, Anita (46) dan Naksabandi (58) warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, lalu Kasihatin kepala sekolah TK Perwari.

Seorang korban lagi adalah Ridwan (75) warga Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Blitar Ipda Didik Sugianto mengatakan, seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit.

"Saat ini para korban kami evakuasi, dibawa ke rumah sakit. Kendaraan juga masih proses evakuasi berlanjut," kata Didik Sugianto.

Baca juga: 5 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus yang Angkut Guru TK, Awalnya Hendak Berakhir Pekan

 

3. 24 penumpang luka-luka, 2 mengalami luka berat

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Endah Woro mengatakan, pihaknya saat ini menangani 24 penumpang bus.

Dari jumlah 24 korban tersebut, dua orang mengalami luka berat.

"Yang luka berat ada dua, lainnya luka sedang. Lukanya di anggota tubuh, misalnya kepala, dan lainnya. Untuk saat ini, kami observasi dan masih di ruang IGD. Jika hasilnya (observasi) memungkinkan untuk dioperasi, kami siapkan semua," katanya.

Baca juga: Bus Angkut Rombongan Guru TK Terguling di Blitar, 5 Orang Tewas

 

4. Dari 24 pasien dirawat, 12 sudah diperbolehkan pulang

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Endah Woro Utami mengatakan, jumlah korban yang dikirim ke rumah sakitnya awalnya berjumlah 30 orang, lima di antaranya meninggal dunia.

Perkembangan hingga Sabtu malam, jumlah pasien selamat yang dirawat tersisa 12 orang dan 12 lainnya sudah diperbolehkan pulang.

"Satu pasien alih rawat ke RSUD Iskak (Tulungagung)," katanya.

Baca juga: Daftar Korban Tewas Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK di Blitar

 

5. Pengobatan ditanggung jasa raharja

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Endah Woro Utami mengatakan, seluruh biaya pengobatan penumpang bus yang mengalami kecelakaan di Blitar, ditanggung Jasa Raharja.

Masih dikatakannya, sejak awal penanganan pasien, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Jasa Raharja maupun kepolisian.

"Siap semua, sudah teratasi," ujar Woro Utami saat dihubungi, Sabtu. RSUD Ngudi Waluyo menjadi salah satu dari dua tempat penanganan pasien kecelakaan bis pariwisata itu. Pada kecelakaan bis kontra sepeda motor itu, ada lima orang korban jiwa dan 45 lainnya terluka.

Baca juga: Rombongan Guru TK Kecelakaan, Biaya Pengobatan Ditanggung Jasa Raharja

Sumber: KOMPAS.com (Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim | Editor: Davvid Oliver Purba, Farid Assifa, Michael Hanggara Wismabarata)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli