Fakta Baru Camry Tabrak Pengguna Grabwheels

kumparan Dipublikasikan 23.25, 15/11/2019 • Ochi Amanaturrosyidah
Kondisi korban pengendara GrabWheels yang ditabrak camry saat ditolong warga. Foto: Dok. Istimewa

Kasus pengemudi Toyota Camry yang menabrak pengguna GrabWheels masih terus bergulir. DH, pengemudi Camry, sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran dua pengguna GrabWheels yang ia tabrak, Ammar Nawwar dan Wisnu, tewas.

Status kecelakaan tersebut pun masih menjadi pertanyaan. Pasalnya, meski polisi menyebut kecelakaan itu bukan tabrak lari, namun keluarga korban bersikeras menyebut pelaku kabur setelah menabrak.

Apa saja fakta-fakta terbaru insiden tersebut?

Salah Satu Korban Sebut Pelaku Tak Turun Menolong

Polisi sebelumnya menyatakan kecelakaan ini bukan merupakan kasus tabrak lari. Pasalnya, menurut polisi, pelaku sempat turun dan mencoba menolong.

Namun, hal itu dibantah oleh salah satu korban yang selamat, Wanda. Menurut Wanda, saat kejadian, pelaku justru langsung melarikan diri.

Beruntung, menurut Wanda, pelat mobil pelaku yang langsung kabur itu, terjatuh di TKP. Sehingga bisa menjadi bukti yang langsung diamankan oleh satpam GBK yang melihat kejadian.

“Pelatnya jatuh di TKP, alhamdulilah pelat jatuh langsung dipegang satpam jadi pas dia langsung kabur,” kata Wanda.

Layanan sewa skuter listrik GrabWheels dari Grab. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Keluarga Pelaku Datang Minta Maaf

Kakak Wisnu, Jellyta, mengatakan, ibu pelaku sempat datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Wisnu. Keesokan harinya, setelah Wisnu tutup usia, ibu pelaku kembali datang dan mengikuti pemakaman.

“Udah waktu pemakaman Wisnu sih datang (ibunya), satu lagi katanya ngakunya sepupunya,” ujar Jellyta.

Saat itu, keluarga pelaku datang untuk meminta maaf. Namun, mereka tidak meminta untuk berdamai.

Korban Laporkan Kasus Ini ke Kompolnas

Pihak keluarga korban sudah mendatangi Kompolnas untuk melaporkan insiden tersebut. Pasalnya, mereka menilai, pernyataan polisi yang menyebut kasus itu bukanlah tabrak lari, tidak benar.

"Jadi kita datang ke sini mau menjelaskan bahwa ada perbedaan apa yang dilakukan wawancara kepolisian dengan yang dialami langsung oleh teman adik saya," ujar Jelita.

Salah satu korban, Bagus, ikut serta dalam pengaduan ini. Menurutnya, saat kejadian, ia justru ditolong oleh beberapa pengguna GrabWheels yang lain.

"Saya ketabrak, mental ke kap mobil ke kaca, ke atap mobilnya baru jatuh. Dan tidak ditolong sama yang mengendarai mobil. Menurut saya. Karena saya mengalami nya sendiri," kata Bagus.

Penjelasan Korban soal Main GrabWheelsDini Hari

Kasus ini juga ramai dibicarakan di media sosial, salah satunya soal alasan para korban bermain GrabWheels dini hari. Menurut Bagus, sebenarnya mereka ingin bermain sekitar pukul 23.00 WIB, karena saat itu sedang malam Minggu.

"Memang kita mainnya pagi (dini hari). Itu malam Minggu, itu kita coba yuk main. Pukul 23.00 aja masih penuh, kita kan kumpul 22.30 WIB, pasti sepi nih pikir kita. Ternyata masih rame banget," kata Bagus.

Mereka sempat meninggalkan lokasi sementara dan kembali saat antrean mulai sepi, sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, menurut Bagus, saat itu masih banyak orang yang menggunakan GrabWheels atau berkumpul di sekitar lokasi.

"Masih (ramai) mas. Kita nunggu giliran setengah jam dulu. Bukan kita aja, saya juga masih sempat ditolong sama yang main Grabwheels juga," kata Bagus.

Artikel Asli