Fakta 300 Siswa Sekolah Polisi di Sukabumi Terpapar Corona, Rapid Test Berawal dari 9 ODP

Kompas.com Dipublikasikan 09.11, 02/04 • Rachmawati
KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Sejumlah anggota polisi berlari menuju gedung pertemuan setelah pembukaan pendidikan Setukpa Polri angkatan ke-49 oleh Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di Sukabumi, Jawa Barat Selasa (3/3/2020)

KOMPAS.com - Tujuh orang calon perwira polisi di Sekolah Pembentukan Perwira Setukpa Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol) Sukabumi, Jawa Barat dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tersebut keluar setelah sejumlah perwira polisi melakukan rapid test dengan tenaga medis setempat.

Kepala Setukpa Lemdikpol Sukabumi Brigjen Pol Agus Suryatno mengatakan rapid test dilakukan setelah ada 9 calon perwira polisi yang berstatus PDP.

Baca juga: Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

"Rapid tes tersebut dilakukan terhadap siswa yang di curigai, dari 9 orang siswa yang berstatus PDP menjalani rapid tes, 7 siswa yang positif di kirim ke RS Kramat Jati, dan 2 orang lainnya di karantina di Mako Brimob," jelas dia, Minnggu (29/3/2020).

Dilansir daritribunjabar.id, informasi yang beredar ada 49 siswa sekolah polisi yang ikut rapid tes. Tujuh siswa dinyatakan positif dan 21 lainnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Baca juga: UPDATE: Wali Kota Sukabumi Umumkan 1 Pasien Pertama Positif Covid-19

Rapid test massal, 300 siswa terpapar corona

Setelah 7 siswa dinyatakan positif corona, 1.550 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) menjalani rapid tes massal.

Hasilnya 300 siswa dinyatakan terpapar virus corona.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

"Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, karena sehubungan adanya pemberitaan tentang siswa Setukpa yang ada di Sukabumi ini terjangkit atau positif corona, maka kami cek ke sini," kata Argo.

Setelah hasil rapid test keluar, proses belajar mengajar dihentikan.

Baca juga: Setelah Rapid Test, 300 Polisi di Sukabumi Akan Menjalani Tes Swab

Sementara 300 siswa yang terpapar corona tetap berada di Setukpa dan 1.250 siswa lainnya diberikan cuti.

Ratusan siswa yang terpapar corona menjalani isolasi mandiri dan mendapatkan vitamin C melalui injeksi maupun tablet.

Tak hanya itu mereka juga olahraga ringan dan rutin menjemur diri setiap pukul 10.00 WIB serta menjalani pemeriksaan rontgen.

"Semua sudah kami lakukan," tutur Argo.

Baca juga: Hasil Rapid Test, 300 Siswa Sekolah Polisi di Sukabumi Terpapar Corona

" Masyarakat di sekitar Setukpa secara khusus tidak perlu khawatir, karena dari 300 siswa ini yang positif rapid test sudah dilakukan langkah-langkah penanganan," ujar dia.

Sementara itu Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafa mengatakan pelaksanaan rapid test ini hasilnya tidak 100 persen menjamin orang yang diperiksa positif Covid-19.

Walaupun demikian, 300 siswa tersebut tetap ditangani seperti pasien Covid-19.

Baca juga: Hasil Rapid Test Pertama Kota Sukabumi Negatif, Akan Ditambah 2.000 Alat

26 siswa asal Sumbar jalani karantina 14 hari

Sebanyak 26 siswa perwira asal Sumatera Barat yang baru pulang dari Sukabumi menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN) Padang Besi, Padang, Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Stefanus menjelaskan 26 siswa Setukpa itu sedang menjalani cuti pendidikan dan kembali ke Sumbar.

"Mereka dalam kondisi sehat. Namun kita tetap antisipasi dengan mengkarantina mereka selama 14 hari. Ini karena mewabahnya Covid-19," jelas Stefanus.

Baca juga: Rapid Test Saat Masa Pendidikan di Sukabumi, 7 Calon Perwira Polisi Positif Covid-19

Menurutnya siswa Setukpa asal Sumbar saat ini sebanyak 46 orang, namun yang baru pulang hanya 26 orang saja.

"Sebanyak 20 orang masih menjalani pemeriksaan di Sukabumi terkait Covid-19 ini," kata Stefanus.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Budiyanto, Perdana Putra | Editor: Abba Gabrillin, Rachmawati, Farid Assifa)

Editor: Rachmawati

Artikel Asli