Fahri Hamzah Soroti Temuan Petugas KPPS Meninggal Keracunan

CNN Indonesia Dipublikasikan 09.45, 06/05/2019 • rzr

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan agar Komisi II DPR membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki kejanggalan 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat bertugas di Pemilu serentak tahun 2019.

Pembentukan tim investigasi diperlukan untuk menghindari spekulasi yang telah bertebaran di tengah-tengah masyarakat terkait ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia tersebut. Fahri mengaku sempat mendapat laporan temuan dugaan keracunan yang dialami petugas KPPS di beberapa tempat.

"Jangan dibiarkan ini jadi spekulasi, sebaiknya KPU terbuka. Dan nanti saya mengusulkan karena mulai hari Rabu nanti masa sidang pertama dimulai, Komisi II sebaiknya mendukung dibentuknya tim investigasi khususnya kepada nyawa [petugas KPPS yang meninggal] ya, kepada yang meninggal," kata Fahri di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (6/5).

Diketahui, KPU sendiri mencatat jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia sampai dengan Sabtu (4/5) ini bertambah jadi 440 orang dan yang sakit berjumlah 3.788 orang.

Lebih lanjut, Fahri sepakat bila investigasi itu dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap para keluarga korban. Dia tak sepakat bila investigasi dilakukan dengan cara membongkar kuburan petugas KPPS yang meninggal sebagaimana yang sempat disinggung Direktur Relawan Nasional BPN Mustofa Nahrawardaya.

"Saya sih tidak terlalu setuju adanya otopsi sampai penggalian kubur visum dan sebagainya itu. Tapi paling tidak keluarganya diwawancara aja," kata dia.

Fahri Hamzah Soroti Temuan Petugas KPPS Meninggal Keracunan

Keluarga petugas KPPS mendapat santunan dari KPU. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)

Fahri menyarankan penyelenggara Pemilu tak terus menutupi kasus petugas KPPS yang meninghal. Ia meminta agar KPU dan Bawaslu transparan untuk membuka data-data terkait kasus tersebut.

"Jangan ditutup-tutupilah, masa ada nyawa begitu banyak hilang terus kita tutupi, buka aja, bentuk tim investigasi, dan kita semua berkepentingan ini," kata dia.

Tak hanya itu, Fahri menduga ada modus keracunan yang dialami oleh para petugas KPPS yang meninggal dunia usai bertugas di Pemilu 2019

Hal itu ia sampaikan usai bertemu para dokter dan advokat yang membawa laporan banyaknya petugas KPPS yang meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019.

"Tadi beberapa investigasi yang mereka lakukan itu cukup mengagetkan, karena modus dari meninggalnya juga sebagian, ada kemungkinan, adanya racun. Begitulah kira-kira," tambah dia.

Meski demikian, Fahri enggan mengambil kesimpulan apakah ada pihak-pihak yang dengan sengaja memberikan racun bagi para petugas KPPS tersebut. Ia menegaskan bahwa tak mungkin ratusan orang meninggal hanya karena faktor kecapekan dalam bertugas.

"Loh apapun karena ini modusnya banyak. Gak mungkin orang capek meninggal, capek meninggal, ini apa manusia gak begitu," kata dia.

Artikel Asli