FBI Beri Hadiah Rp70 Miliar Buat Orang yang Beri Informasi Hacker Ini

INDOZONE.ID Dipublikasikan 06.48, 06/12/2019 • Ferry Andika
FBI Beri Hadiah Rp70 Miliar Buat Orang yang Beri Informasi Hacker Ini
Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini telah mendakwa seorang pria asal Rusia bernama Maksim Yakubets dengan tuduhan peretasan…

Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini telah mendakwa seorang pria asal Rusia bernama Maksim Yakubets dengan tuduhan peretasan yang merugikan puluhan juta dolar AS. Saat ini FBI sedang berupaya untuk menangkap pria tersebut.

Melalui akun Twitter National Crime Agency, pihak FBI membuat sebuah pengumuman kepada masyarakat untuk memberikan informasi terkait lokasi dari Yakubets. Pihak FBI akan memberikan imbalan sebesar Rp70 miliar kepada pemberi informasi tersebut.

An international law enforcement operation has exposed the world’s most harmful cyber crime group, Evil Corp.

Maksim Yakubets has been indicted in the United States following unprecedented collaboration between the NCA, @FBI, @NCSC & @TheJusticeDept.https://t.co/YFXDuk8PpO pic.twitter.com/EE3TafK7qC

— National Crime Agency (NCA) (@NCA_UK) December 5, 2019

Memang Yakubets sendiri sudah cukup terkenal sebagai seorang hacker asal Rusia yang kerap mengganggu perusahaan lokal di AS. Bahkan Yakubets diketahui memiliki mobil Lamborghini yang diperoleh dari hasil peretasan yang dilakukannya.

Beberapa waktu yang lalu Yakubets dan juga rekannya, Igor Turashev menjalankan sebuah operasi bernama Evil Corp dimana mereka meretas perusahaan lokal AS dan mencuri uang sebesar USD100 juta.

"Maksim Yakubets diduga melakukan bermacam-macam kejahatan siber selama satu dekade ini menggunakan dua malware yang sangat berbahaya. Bahkan malware tersebut menyebabkan kerugian puluhan juta dolar kepada korbannya" ucap Brian Benczkowski selaku US Assistant Attorney General.

Berdasarkan informasi yang beredar, Yakubets juga saat ini bekerja sebagai hacker di badan intelijen FSB milik Rusia sejak tahun 2017. Yakubets memiliki tugas untuk membuat proyek milik pemerintah Rusia yang berhubungan dengan peretasan.

Artikel Asli