Ezechiel N'Douassel Dianggap Layak Bergabung dengan Arema

Bola.com Diupdate 06.30, 22/09/2019 • Dipublikasikan 06.30, 22/09/2019 • Iwan Setiawan
Piala Presiden 2019: Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya
Aksi Ezechiel N'Douassel pada laga lanjutan Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Stadion Jalak Harupat, Kab Bandung, Kamis (7/3). Persib Bandung kalah 2-3 kontra Persebaya Surabaya. (Bola.com/M.Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Lini depan Arema FC menjadi sorotan. Aremania ikut bersuara mengkritisi kinerja striker dan suplai bola dari lini tengah.

Dalam empat pertandingan terakhir, ketajaman Arema menurun drastis. Imbasnya, kemenangan belum diraih lagi dan posisi Arema di klasemen sementara melorot ke posisi delapan alias papan tengah.

Penabuh drum senior Aremania, Sukarno alias Cak No mengatakan, saat ini suporter butuh idola baru di sektor targetman. Dia berharap musim depan ada sosok penyerang tajam yang punya karakter keras dan bandel.

Ketika ditanya sosok yang tepat pada musim depan, Cak No langsung menyebut striker Persib Bandung, Ezechiel Ndouassel.

“Karakternya yang bandel cocok dengan Arema. Bagi saya, tidak ada masalah meskipun sekarang dia bermain untuk Persib. Perpindahan pemain dari tim rival itu tetap bisa diterima sepanjang kualitas permainannya terjaga,” jelasnya.

Sejak musim 2017, Ezechiel memang jadi andalan utama lini depan Persib. Puncaknya pada musim lalu, dia mencetak 17 gol. Tapi tahun ini, performanya agar turun. Koleksi golnya baru 4. Artinya, jumlah gol striker Arema sekarang, Sylvano Comvalius masih lebih banyak. Namun dari karakter permainan, Ezechiel dinilai cocok dengan Arema.

Arema FC terakhir punya sosok goal getter pada era Cristian Gonzales, yakni musim 2013-2017. Pemain kelahiran Uruguay itu bisa disebut predator di dalam kotak penalti.

Terakhir Era Cristian Gonzales

Striker Arema FC, Cristian Gonzales, melakukan protes saat melawan PS TNI pada laga Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/7/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

“Setelah Gonzales, tidak ada lagi predator di kotak penalti yang bisa jadi idola Aremania. Padahal ini jadi salah satu daya tarik suporter untuk datang langsung di Stadion," imbuh Cak No.

Kalau Comvalius sepertinya tidak bisa maksimal di Arema. Berbeda saat dia main di Bali United. Kalau di sana ada beberapa pemain asal Belanda yang banyak memberikan suplai bola,” katanya

Namun, manajemen Arema FC masih ingin fokus merampungkan musim ini. Apalagi untuk urusan kontrak, Comvalius dikontrak dua tahun sejak awal 2019.

Kapten Arema, Hamka Hamzah kemarin juga berpesan agar Aremania sekarang memberikan kepercayaan dengan skuat yang ada saat ini. Karena percuma menyuarakan soal pemain baru ketika bursa transfer sudah tutup.

Artikel Asli