Erick Thohir soal Indonesia Terancam Resesi: Kenapa Mesti Pesimistis?

kumparan Dipublikasikan 09.46, 15/08 • kumparanBISNIS
Pertumbuhan Ekonomi Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Perekonomian Indonesia terancam memasuki resesi. Jika kuartal III ini perekonomian kembali minus, maka Indonesia akan bergabung bersama Singapura, AS, hingga Jerman yang telah ekonomi lebih dulu terkontraksi.

Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir, meyakini kondisi ekonomi Indonesia akan lebih baik dibandingkan negara lain yang telah terperosok ke jurang resesi.

Menurut Erick Thohir, perekonomian Indonesia akan baik-baik saja ke depan. Dia menjelaskan, data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 yang minus 5,32 persen, dinilai lebih baik dibandingkan Singapura hingga Malaysia.

"Kalau kita bandingkan negatif ekonomi kita dengan negara lain, kita minus 5,32 persen, Singapura minus 13 persen, Filipina minus 16 persen, Malaysia minus 17 persen. Kita lebih baik dari mereka," kata Erick di Milenial Fest, Sabtu (15/8).

"Kalau bukti seperti ini, kenapa kita mesti pesimis? Kita yakin ke depan kita akan baik," lanjutnya.

Menteri BUMN itu menuturkan, data perekonomian Indonesia yang lebih baik dari negara lain, salah satunya didorong oleh keputusan pemerintah tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown.

"Keputusan tidak lockdown sangat tepat. Hari ini buktinya," jelasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dalam Rancangan APBN 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 persen hingga 5,5 persen. Menurut Erick, proyeksi ini menunjukkan optimisme pemerintah bahwa perekonomian akan baik.

"Data ADB, IMF, World Bank, itu range pertumbuhan ekonomi kita 4,3-6,1 persen. Kemarin bapak presiden kasih sinyal 4,5-5,5 persen. Jadi kita akan balik, generasi muda musti optimis karena data-datanya baik," tegas Erick.

Dengan kondisi krisis seperti saat ini, Erick mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para generasi milenial untuk melihat peluang transformasi demi kemajuan bersama.

"Justru dengan kesulitan hari ini ada peluang yang lebih untuk bangsa kita. Kita punya penduduk yang banyak, sumber daya alam yang luar biasa, perlu diperbaiki logistik dan sumber daya manusianya," katanya.

Artikel Asli