Erick Thohir Buka Pintu Untuk Sandiaga Uno Ikuti Jejak Ahok

CNN Indonesia Dipublikasikan 13.21, 22/11/2019 • CNN Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir mengisyaratkan membuka pintu bagi Sandiaga Uno untuk mengurus perusahaan BUMN, mengikuti jejak Ahok yang baru ditunjuknya menduduki kursi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sandi merupakan rekan Erick sesama pengusaha, sebelum menjadi pejabat negara.

Sebelumnya, publik santer membicarakan kans Sandiaga menjadi salah satu kandidat bos BUMN. Spekulasi berasal dari kedekatan Sandiaga dan Erick.

Keduanya merupakan rekan dekat. Bahkan, Sandiaga pernah bekerja sama dengan perusahaan milik Erick, PT Adaro Energy Tbk.

"Kalau memang pak Sandi mau bantu BUMN, bagus juga," ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11).

"Tidak, saya belum dengar," tuturnya.

Sementara, Sandiaga Uno menyatakan tidak ada tawaran untuk mengisi kursi bos BUMN yang pernah ditawarkan Erick kepadanya. Ia pun memberi sinyal tidak tertarik mengurus perusahaan pelat merah karena masih memiliki afiliasi dengan partai politik.

Kebetulan, Sandiaga baru saja bergabung kembali ke Partai Gerindra setelah sempat mundur jelang pencalonannya menjadi calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019 yang diselenggarakan pada beberapa bulan lalu.

"BUMN itu tempat yang harus betul-betul tidak berpolitik, sebagai kader dari Gerindra, saya sampaikan kepada pak Erick bahwa BUMN ini disorot karena stakeholder-nya adalah rakyat. Jangan sampai dia pusing karena aspek politik yang mendominasi," kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan bahwa ia sejatinya ingin berkontribusi kepada negara. Hanya saja, bukan berarti hal itu diwujudkan dengan bergabung ke BUMN.

"BUMN harus dikelola oleh talenta terbaik, tapi kita tidak kekurangan talenta. Pengabdian tidak hanya bisa dilakukan oleh menteri dan pejabat, profesional yang pergi ke kantor juga bisa," ungkapnya.

Sebelumnya, Erick baru saja mengumumkan penunjukkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Selain itu, Erick juga menunjuk Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan Pertamina.

Sementara kursi Direktur Utama BTN yang masih kosong akan diisi oleh Pahala N Mansury. Saat ini, Pahala masih menduduki kursi Direktur Keuangan Pertamina.

Artikel Asli