Erick Depak Ari dari Garuda, Harga Saham GIAA Terguling

CNN Indonesia Dipublikasikan 11.09, 05/12/2019 • CNN Indonesia

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mendarat di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (5/12). Saham perusahaan pelat merah itu bertengger di level Rp496 per saham, turun 0,8 persen atau 4 poin.

Pelemahan ini sejalan dengan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara karena menyelundupkan komponen Harley Davidson.

Bila dilihat, harga saham Garuda Indonesia memang bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Saat pembukaan, harga sahamnya sempat di level Rp500 per saham.

Hanya saja, harga saham maskapai itu langsung merosot pada perdagangan sesi 2. Saham Garuda Indonesia langsung merosot di bawah Rp500 per saham dan bahkan sempat menyentuh Rp492 per saham sebelum masuk jam penutupan perdagangan.

"Ini lebih kena ke investor ritel. Psikologis pasar," ucap Alfred kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, pelaku pasar akan bersikap menunggu (wait and see) atau mengurungkan niat membeli saham Garuda Indonesia. Hal itu terjadi hingga berita mengenai penyelundupan komponen Harley Davidson mereda.

"Kalau memang beritanya masih ramai, ke mana-mana, ya pasar wait and see dulu. Kalau tidak ada aksi beli tapi ada aksi jual, ya sahamnya masih merah," kata Alfred.

Garuda Indonesia mengantongi laba sebesar US$122,42 juta setara Rp1,71 triliun mengacu kurs Rp14 ribu pada kuartal III 2019. Kinerja maskapai BUMN itu membaik dari tahun lalu yang mencatatkan rugi sebesar US$114,08 juta setara Rp1,59 triliun.

Artikel Asli