Enam Fakta Kasus yang Dilakukan Siswa SMA pada Guru di Bantul

Tribunnews.com Dipublikasikan 10.48, 21/11/2019
Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menunjukkan TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah di rumah korban, di Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/2019)

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - WP (34), seorang guru yang tinggal di Srandakan Bantul, mengalami luka cukup serius akibat ditusuk siswanya sendiri, CB (16).

Diketahui CB merupakan siswa salah satu SMA di Lendah Kulonprogo, dan merupakan anak didik korban.

CB (16) nekat menusuk gurunya sendiri di rumah korban di Srandakan, Bantul, Rabu (20/11/2019) tadi malam.

Berikut ini fakta-faktanya :

1. Sang Guru Jalani Operasi 

Akibat perbuatan pelaku, sang guru dikabarkan mengalami luka cukup serius di bagian perut dan harus menjalani operasi.

 Kakak ipar korban, Gufron Ahmad, mengatakan WP bahkan harus menjalani operasi akibat perbuatan pelaku.

Pasalnya, korban diketahui mengalami luka cukup serius di bagian perut.

Meski sempat kritis, ia berharap, adiknya dapat segera pulih, setelah mendapatkan penanganan medis.

"Semoga kasus yang meinimpa adik ipar saya ini bisa ditangani dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

2. Keluarga korban pasrahkan kasusnya ke polisi

Terkait perbuatan pelaku yang merupakan anak didik korban, pihak keluarga, kata Gufron, menyerahkan penanganannya pada pihak kepolisian.

"Pelaku kan sudah ditangkap juga. Jadi, kami dari pihak keluarga menyerahkan penanganan sepenuhnya pada yang berwajib," pungkasnya.

3. Usai Menusuk langsung Kabur

Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (20/11/2019) malam tadi.

Muryanto menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada kisaran pukul 21.00 WIB.

Saat itu, korban diketahui tengah bersantai di dalam kamarnya.

Namun, tiba-tiba saja pelaku nekat menerobos masuk ke dalam kamar korban, sekaligus menghunuskan sebilah pisau.

Pelaku pun langsung menusuk bagian perut korban dan langsung melarikan diri.

"Korban lantas berteriak kesakitan, sementara pelaku kabur dari TKP. Mertua korban langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban menuju RS UII Pandak, Bantul," paparnya.

"Namun, karena luka yang diderita ternyata sangat serius ya, korban kemudian langsung dirujuk ke RSUP Sardjito, Sleman," imbuh Kapolsek.

4. HP dan pisau tertinggal di TKP

Pelaku yang sempat melarikan diri bisa diamankan dengan cepat oleh aparat kepolisan, akibat handphone, serta pisau tertinggal di tempat kejadian.

Polisi pun dengan mudah melacak kediaman pelaku yang ada di Lendah, Kulonprogo.

"Penjemputan pelaku berasal dari handphone yang tertinggal. Kita ketahui, ternyata berdomisili di Lendah dan langsung kita bawa menuju Polsek Srandakan. Sementara kasusnya masuk penganiayaan, yang diatur dalam Pasal 351 KUHP," katanya.

5. Korban kritis

Ditambahkan Kapolsek, akibat penusukan tersebut, korban sempat dikabarkan kritis lantaran luka serius yang dialami.

Akibat perbuatan pelaku, sang guru juga dikabarkan mengalami luka cukup serius di bagian perut dan harus menjalani operasi.

6. Motif Cinta Tak Terbalas

Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menuturkan pelaku yang masih berstatus pelajar SMA nekat menusuk sang guru karena dilatarbelakangi urusan asmara.

Diketahui, pelaku CB yang tak lain adalah anak didik korban, menaruh rasa cinta pada gurunya sendiri.

"Pelaku bilang kalau dia sayang, cinta, sama Bu Guru. Tapi, cintanya ini kan tidak pernah direspon ya, karena korban sudah punya suami," ujar Kapolsek saat ditemui seusai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Kapolsek, informasi tersebut diperoleh setelah melakukan interogasi pada pelaku, beberapa jam setelah pelaku melakukan penusukan terhadap Sang Guru.

"Tapi, karena umur pelaku ini masih 16 tahun, maka kita limpahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Bantul. Jadi, dapat dipastikan, prosesnya tetap berjalan terus, sembari menunggu perintah dari Pak Kapolres," lanjut Muryanto.(Tribun Jogja/aka)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Siswa SMA Tusuk Guru di Bantul - Korban Alami Luka Serius, Sempat Kritis dan Jalani Operasi

Editor: ton

Artikel Asli