Eks Bos Gojek jadi Tokoh Paling Dicari Warganet Indonesia

Telset Diupdate 17.17, 11/12/2019 • Dipublikasikan 10.17, 11/12/2019

Telset.id, Jakarta – Eks bos Gojek yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjadi tokoh paling dicari warganet Indonesia versi Google. Dalam daftar “Penelusuran Terpopuler” di Google Year in Search 2019, eks bos Gojek itu menjadi satu-satunya tokoh di antara topik lain yang dicari di Indonesia.

“Ada kenaikan terhadap sosok yang kita rasa mampu menginspirasi suatu perubahan,” ujar Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia, Philippines & SEA NBU.

Sekadar informasi, Google Indonesia merangkum 10 pencarian terpopuler setiap tahunnya, termasuk di tahun ini.

Dari hasil penelusuran Google di tahun 2019, Nadiem Makarim berada di urutan 10 besar bersama topik lainnya, seperti lagu Cinta Luar Biasa, Bucin, sampai Pilpres 2019. Berikut daftar lengkap pencarian terpopuler 2019 versi Google:

  • Cinta Luar Biasa
  • Pilpres 2019
  • Dua Garis Biru
  • Hidup Sehat
  • Bucin
  • KKN Desa Penari
  • Telur Gulung
  • Keluarga Cemara
  • Nadiem Makarim
  • RUU KUHP
Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia, Philippines & SEA NBU saat memaparkan Google Year in Search 2019. (Foto: Muhammad Faisal/Telset.id)

Selain masuk ke daftar pencarian terpopuler, nama Nadiem Makarim juga masuk kategori 10 tokoh yang paling dicari warganet Indonesia. Menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju itu bergabung bersama boyband BTS, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, sampai Reino Barrack. Berikut daftar lengkapnya:

  • Nadiem Makarim
  • BTS
  • Edhy Prabowo
  • BLACKPINK
  • Wishnutama
  • Thareq Kemal Habibie
  • Reino Barrack
  • Syahrini
  • Sandiaga Uno
  • Wiranto

Veronica menjelaskan, Google Year in Search 2019 disusun dengan metode khusus. Daftar tersebut disusun bukan berdasarkan topik terpopuler atau paling banyak dicari, melainkan topik yang penelusurannya meningkatkan secara signifikan.

“Bukan topik populer, bukan penelusuran paling banyak, tapi jumlah penelusuran yang meningkat secara signifikan dibandingkan tahun lalu,” jelasnya. (FHP)