Ekonom: Ojol Tekan Pengangguran Tapi Tak Sumbang Pajak Signifikan

Otosia.com Dipublikasikan 14.15, 16/10/2019

Otosia.com -

Penerimaan negara dari pajak yang cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir. Faisal Basri, ekonom senior , menyatakan bahwa salah satu hal yang menjadi sorotannya yakni banyaknya pekerja lepas seperti sopir ojek online (ojol) yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Dia mengatakan, suksesnya pertumbuhan pajak itu ibarat menanam buah. Menurutnya, menumbuhkan ekonomi itu sama dengan kiat memetik buah yang ranum seandainya itu berasal dari bibit yang bagus dan dapat disiram secara teratur.

"Teman-teman harus sadari bahwa penerimaan pajak terbesar industri. Nah, kalau industrinya trennya turun terus ya pertumbuhan pajak juga turun," ujar dia saat ditemui di Tjikini Lima Restaurant & Cafe, Jakarta, Selasa (15/10).

Faisal mengapresiasi upaya perusahaan seperti Gojek dan Grab yang bisa memangkas angka pengangguran dengan menarik mitra kerja. Namun, dia menganggap hal tersebut belum efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkualitas lantaran belum berperan besar dalam menyumbang pajak.

 (kpl/crn)

"Artinya orang yang bekerja bisa bayar pajak. Tapi kalau bekerjanya di Gojek Grab kan tidak ada NPWP-nya. Jadi ekonomi tumbuh berkualitas juga sangat penting," imbuh dia.

Mengutip dari Liputan6.com, ia menyatakan bahwa sebuah badan usaha formal akan melakukan pemotongan pajak pendapatan kepada para pegawainya. Sementara, driver ojol berstatus sebagai mitra kerja yang tidak mendapat slip gaji dari perusahaan yang mempekerjakannya.

"Kalau pabrik pertumbuhan niscaya pabrik itu punya nomor usaha formal dia bayar pajak perusahaan, dia bayar PPN, dan (pajak) pegawai-pegawai dari pabrik tinggal dipotong dari gaji. Tapi kalau ojek online tidak ada gajinya, tidak ada slip gajinya," tutur dia.

Sumber: Liputan6.com

 Ojek online (Liputan6.com)
Ojek online (Liputan6.com)
Artikel Asli