Ekonom Bank Permata prediksi ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi 4,72%

Kontan.co.id Dipublikasikan 13.44, 03/08/2020 • Bidara Pink

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Bank Permata memprediksi Covid-19 akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 di zona negatif.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, ekonomi kuartal II-2020 akan tumbuh negatif di kisaran 4,72% year on year (yoy). Ini turun cukup dalam dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang masih mencapai 2,97% yoy.

Kata Josua, kontraksi perekonomian dipengaruhi komponen pertumbuhan ekonomi domestik yang juga terkontraksi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi di kisaran 4,79% yoy setelah sempat tumbuh positif 2,84% yoy di kuartal I-2020.

Baca Juga: Bayang-bayang resesi ekonomi menghantui Indonesia pada kuartal III 2020

"Beberapa data menunjukkan konsumsi rumah tangga menurun signifikan di sepanjang kuartal II-2020," kata Josua kepada Kontan.co.id, Senin (3/8).

Hal ini ditunjukkan dari laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode April 2020 - Juni 2020 yang terkontraksi 14,4% yoy. Sementara Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada kuartal II-2020 yang menunjukkan tren penurunan sekitar 33,7% yoy.

Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal II-2020 tercatat 0,15% yoy setelah pada kuartal I-2020 tumbuh 1,7% yoy. Pertumbuhan penjualan mobil juga terkontraksi 70,4% yoy dan impor barang konsumsi sepanjang kuartal kedua tahun ini kontraksi 11,9% yoy.

Baca Juga: Kadin proyeksikan PMI manufaktur Indonesia sulit tembus angka 50,0 di kuartal III

Investasi pada kuartal II-2020 juga diperkirakan akan tumbuh negatif di kisaran 5,34% yoy. Ini disebabkan oleh investasi bangunan dan non-bangunan yang cenderung tumbuh melambat.

Ini terlihat dari pertumbuhan penjualan semen yang diperkirakan terkontraksi 20,4% yoy pada kuartal II-2020. Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan mengalami penurunan.

Selain itu, investasi non bangunan juga melambat terindikasi dari impor barang modal sepanjang kuartal II-2020 yang kontraksi 20,1% yoy. Penjualan alat berat juga tercatat kontraksi 67,9% yoy.

Sementara itu, konsumsi pemerintah diperkirakan melambat tipis di kisaran 1,55% yoy seiring dengan realisasi pertumbuhan belanja K/L yang tercatat melambat menjadi 2,9% yoy.

Dari sisi perdagangan, Josua melihat kalau ekspor pada kuartal II-2020 berpotensi meningkat daripada impor.

Baca Juga: Kena imbas corona, Surya Toto (TOTO) selektif menyerap belanja modal

Dari sisi produksi, secara umum masih mengalami perlambatan pada kuartal II-2020. Ini terlihat dari penerimaan pajak PPh pada kuartal II-2020 yang kontraksi 16,7% yoy. Penurunan terdalam diperkirakan akan terjadi pada sektor perdagangan dan manufaktur.

"Sebagian besar sektor ekonomi lainnya juga secara umum akan mengalami penurunan signifikan akibat PSBB sejak kuartal II-2020. Ini juga terlihat dari penurunan Saldo Bersih tertimbang (SBT) dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)," tandas JOsua.

Artikel Asli