Efek Rumah Kaca Curhat Sulitnya Manggung Bawain Lagu dari Album 'Sinestesia

hai-online.com Dipublikasikan 05.44, 19/11/2019 • Rayhadi Shadiq
Konser Efek Rumah Kaca dengan tajuk Sinestesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (13/1/2016) malam. Konser ini menyajikan tata panggung dan lampu yang menarik.  Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 13-01-2016

HAI-ONLINE.COM - Album Sinestesia dari Efek Rumah Kaca diklaim sebagai album paling rumit yang pernah dibuat oleh mereka. Klaim tersebut nggak salah juga sih. Pasalnya, secara musik dan lirik, Sinestesia punya bobot yang lebih berat daripada dua album pertama Efek Rumah Kaca (ERK).

Belum lagi durasi lagu yang panjang, banyaknya instrumen yang jadi komponen lagu.

Nggak heran kalo ERK mengaku kesulitan membawakan lagu-lagu di album Sinestesia secara maksimal.

Khususnya saat mereka sedang manggung live di acara yang ngasih durasi nggak terlalu panjang.

“Karena untuk acara yang dikasih durasi pendek itu sulit. Ini lagunya satu aja bisa hampir lima belas menit,” ujar Cholil.

Drummer ERK, Akbar Bagus Sudibyo juga ngungkapin hal yang sama.

“Kalo gue sulitnya itu lebih ke (konteks) karena instrumennya banyak sih. Kita kan cuma bertiga. Jadi ya sulit. Nggak bisa maksimal,” ungkap Akbar.

“Kayaknya lagu-lagu album Sinestesia ini emang cocoknya dibawain pas konser tunggal, atau memang pas showcase aja sih,” sahut bassist ERK, Poppie Airil.

Meski kesulitan, para personil Efek Rumah Kaca nampak beberapa kali membawakan lagu-lagu di album Sinestesia dengan formasi bertiga.

Buat lo yang belum tau, Sinestesia adalah album ketiga Efek Rumah Kaca yang dirilis tahun 2015. Ada 5 lagu yang terdiri dari beberapa fragmen di album ini.

Udah dengerin belom? Lo suka lagu yang mana?

Artikel Asli