Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Denmark Akan Hapus Pembatasan Sosial Mulai Februari di Tengah Ancaman Omicron

Masyarakat menikmati layanan luar ruangan di kafe, restoran, dan bar yang dibuka kembali di Roskilde, Denmark. Foto: Ritzau Scanpix / Mads Claus Rasmussen via Reuters

Denmark berencana menghapus semua pembatasan sosial domestik pekan depan di tengah peningkatan kasus COVID-19 dan ancaman varian Omicron. Hal ini diumumkan pemerintah menyusul keputusan serupa di Inggris, Irlandia dan Belanda dalam seminggu terakhir.

“Pemerintah bermaksud membatalkan semua pembatasan pada 1 Februari. Ini mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh panel ahli pada Selasa,” kata Menteri Kesehatan Magnus Heunicke dalam suratnya kepada parlemen, Rabu (26/1), dikutip dari Reuters.

Denmark telah melonggarkan pembatasan sosial dua minggu lalu sejak pemberlakuan lockdown selama sebulan. Ini memungkinkan bioskop dan tempat musik dibuka kembali, tetapi beberapa aturan seperti jam buka terbatas untuk restoran dan wajib masker masih berlaku.

Mulai Februari, pelonggaran pembatasan besar-besaran akan diterapkan di Denmark. Klub malam dapat dibuka kembali dan restoran dapat menyajikan alkohol setelah pukul 10 malam.

Pelanggan juga tidak perlu menunjukkan sertifikat vaksin saat masuk ke klub hingga restoran. Selain itu, penumpang dapat naik bus tanpa harus mengenakan masker dan toko dapat mencabut batasan jumlah pelanggan.

Jika perubahan disetujui, satu-satunya aturan yang akan tetap berlaku hanyalah tes dan karantina warga saat masuk ke Denmark. Aturan tes dan karantina ini akan tetap berlaku selama empat minggu lagi.

Masyarakat menikmati layanan luar ruangan di kafe, restoran, dan bar yang dibuka kembali di Roskilde, Denmark. Foto: Ritzau Scanpix / Mads Claus Rasmussen via Reuters

Inggris, Irlandia, dan Belanda mengumumkan keputusan serupa untuk menghapus sebagian besar pembatasan virus corona pekan lalu, meski dominasi varian Omicron masif. Alasan pelonggaran yakni jumlah kasus turun di bawah puncak dan jumlah rawat inap lebih rendah daripada yang dikhawatirkan.

Kasus COVID-19 di Denmark Pecah Rekor Pekan lalu

Denmark mencatat 46.590 kasus baru pada Selasa (25/1), tak jauh dari puncak kasus harian yang mencapai 47.831 pada pekan lalu. Jumlah rawat inap terkait virus corona pun naik menjadi 918, tertinggi dalam setahun.

Tetapi, otoritas kesehatan setempat memperkirakan antara 30-40 persen dari warga positif corona yang sedang di rumah sakit dirawat karena alasan lain di luar COVID-19. Sejak puncaknya pada 6 Januari dengan 88 kasus, jumlah pasien COVID-19 di ICU terus turun menjadi 44 pada Selasa.

"Telah ada pemisahan antara tren yang berlaku sebelumnya dalam epidemi, antara peningkatan infeksi dan peningkatan rawat inap COVID," kata panel penasihat ahli dalam sebuah laporan per 21 Januari.

Artikel Asli