Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ibu di Wonogiri Akhiri Hidup Diduga setelah Terlilit 46 Utang, OJK: 29 di Antaranya Pinjol Ilegal

Tribunnews.com Dipublikasikan 11.17, 20/10/2021 • Wahyu Gilang Putranto
Ilustrasi penagihan pinjaman online.

TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memberikan tanggapan mengenai peristiwa bunuh diri yang dilakukan seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, yang diduga terlilit utang.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto membenarkan WPS (38) terlilit utang yang didominasi oleh pinjaman online (pinjol) ilegal.

Eko menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Giriwoyo mengenai kejadian itu.

Hasil koordinasi menunjukkan WPS diduga nekat mengakhiri hidup karena tertekan atas banyaknya utang atau pinjaman.

"Informasi yang kami dapat ada 46 pinjaman, 29 di antaranya adalah pinjamanonline ilegal," ungkap Eko dalam program Panggung Demokrasi Tribunnews.com, Rabu (20/10/2021).

xxx

Sementara itu, dua pinjaman berasal dari pinjol legal.

Adapun 15 pinjaman lainnya berasal dari non-online, seperti perorangan maupun koperasi.

"Kami dari OJK turut berduka cita atas kejadian tersebut," ungkapnya.

Eko mengungkapkan, OJK bersama Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) berupaya meningkatkan pemberantasan pinjol ilegal.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam mengakses pinjol, sebelum meminjam tolong dicek dahulu diwebsite OJK apakah statusnya terdaftar berizin atau tidak."

"Dan kalau mau meminjam, kami sarankan menghubungi pinjol yang legal dan yang terdaftar," imbaunya.

Cara Mengecek Pinjol Legal atau Ilegal

Eko menyebut, untuk mengetahui legal tidaknya pinjol, dapat dilakukan dengan mudah.

Masyarakat dapat menghubungicall center di nomor 157.

Selain itu, masyarakat bisa menghubungi OJK melalui pesan WhatsApp (WA) di nomor 081 157 157 157.

Masyarakat juga bisa berkirim email melalui konsumen@ojk.go.id.

"Melalui itu bisa terinformasi daftar perusahaan (pinjol) yang legal dan yang tidak," ungkap Eko.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38) di Wonogiri, Jawa Tengah diduga mengakhiri hidup diduga setelah terilit utang pinjaman online.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah pada Sabtu (2/10/2021).

Sebelum ditemukan tewas tak wajar, WPS sempat menuliskan surat untuk suaminya.

Dia curhat memiliki pinjaman di 25 aplikasi pinjamanonline dengan total mencapai Rp 51,3 Juta.

Sementara itu, komplotan peneror WPS dari pinjol ilegal telah diringkus kepolisian.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

>Berita lainnya terkait Pinjaman Online

Artikel Asli