Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Curhat figuran KKN di Desa Penari belum nonton di bioskop, kurang dana

foto: TikTok/@dissylicious
Pihak MD Management selaku rumah produksi film telah menanggapi keluhan Subardo dan mengatur jadwal untuk menggelar acara nonton bareng.

Brilio.net - Popularitas film KKN di Desa Penari semakin melejit. Film yang dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris itu kini telah mencapai lebih dari 7 juta penonton. Film ini mengangkat kisah nyata para mahasiswa KKN di salah satu daerah yang diceritakan ulang dalam utas oleh akun Twitter @SimpleM81378523.

Produksi film tersebut rupanya juga melibatkan warga sekitar. Lokasi syuting yang bertempat di Ngluweng, Ngleri, Gunungkidul ini melibatkan beberapa warga untuk menjadi pemeran figuran dan membantu proses berlangsungnya syuting. Para warga pun penasaran ingin menonton hasil syuting film tersebut. Namun keinginan tersebut belum tersampaikan karena keterbatasan akses dan dana.

"Miris!!! Pemeran hantu KKN Desa Penari & warga sekitar lokasi shooting, pengen nonton terhalang ekonomi & ngga tau cara nonton bioskop," tulis @dissylicious di keterangan video yang berisikan wawancara bersama salah seorang warga Ngluweng, Ngleri seperti dikutipbrilio.net, Selasa (24/5).

foto: TikTok/@dissylicious

Subardo terlibat dalam proses syuting sebagai pemeran figuran hantu di film KKN di Desa Penari. Subardo mengaku belum menonton film tersebut meski menjadi figuran. Ia berharap pihak produksi film memfasilitasi warga untuk nonton bareng bersama masyarakat sekitar.

"Pengennya nonton bareng bersama warga di bioskop secara gratis," ucap Subardo.

foto: TikTok/@dissylicious

Subardo menjelaskan, masyarakat seperti anak-anak dan pemuda yang membantu proses produksi film ingin menonton film tersebut. Namun, mereka tidak mengetahui akses ke bioskop dan harga tiketnya.

"Maklum, ini masih di dusun. Pengalaman nonton ke bioskop masih jauh," jelasnya lebih lanjut.

Video yang diunggah di TikTok itu telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali. Unggahan tersebut mendapatkan beragam komentar dari warganet.

"Udah 7jt penonton nih, semoga warga desa setempat menjadi bagiannya," kata Weight Herba Official.

"kasih bonus harusnya karena filmnya viral," komentar Fita Sari.

"semoga segera bisa nonton bareng nggih bapak dan warga sekitar," tulis K.

foto: TikTok/@dissylicious

Video yang menjadi viral tersebut akhirnya sampai ke pihak MD Entertainment. Lewat unggahan video yang lain, aktris Tissa Biani membalas komentar warganet yang menanyakan perihal nonton bareng tersebut di akun Instagramnya @tissabiani. Tissa menjelaskan, pihak MD Management selaku rumah produksi film telah menanggapi keluhan Subardo.

"Sudah diproses oleh pihak md untuk nobar dan untuk atur jadwal nobarnya, tenang dan jangan panik ya!" tulis Tissa Biani.

Kemudian ia melanjutkan agar urusan ini tidak perlu ditarik ke mana-mana agar tidak jadi pernyataan palsu.

"Jangan tanya lagi ya.. aku rasa cukup jawabannya sampe disini. Biar tidak terjadi pernyataan2 palsu atau dilebih2 kan diluar sana," pungkasnya.

Artikel Asli