Dunia Katanya Mau Resesi, Produk Investasi Apa Sih yang Paling Aman?

kumparan Dipublikasikan 01.03, 19/09/2019 • Wiji Nurhayat
Ilustrasi investasi di pasar saham Foto: Mahardika Argha/Shutterstock

Ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian. Salah satu penyebabnya adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Seteru kedua negara ini berpotensi melambatnya perdagangan dunia hingga pertumbuhan ekonomi mereka juga diprediksi tak naik signifikan. Perang dagang ini menimbulkan resesi yang bisa terjadi pada tahun depan.

Dalam kondisi seperti ini, para investor pun harus jeli memilih produk investasi yang aman. Lantas apa produk investasi yang berisiko rendah dan relatif aman saat resesi di depan mata?

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho, mengatakan dalam kondisi perang dagang AS dan China yang tak kunjung selesai begini, investasi yang paling aman adalah emas atau logam mulia. Alasannya, dalam kondisi begini logam mulia justru menjadi incaran dan pilihan masyarakat dunia untuk mengamankan nilai uang mereka.

"Lindung nilai terhadap aset yang dimiliki ini penting di tengah ketidakpastian nilai mata uang negara-negara di dunia, sehingga harganya justru akan meningkat terus," kata Andy kepada kumparan, Kamis (19/9).

Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Selasa (3/9). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Menurut dia, bila suatu kebijakan baik dari China dan terutama AS bisa bikin harga pasar saham anjlok, harga emas diprediksi tetap stabil dan justru trennya naik. Jadi, investasi emas bisa membuat paling tidak uang atau aset kita terlindungi nilainya.

Berdasarkan catatan kumparan, sejak awal 2019 harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, atau Antam mengalami naik turun. Tapi trennya lebih banyak naik.

Tercatat, kemarin (18/9), harga emas Antam naik. Hal yang sama juga berlaku untuk harga buyback atau pembelian kembali.

Jika ditarik satu bulan sebelumnya, yakni pada 2 Agustus 2019 harga emas naik Rp 14.500 per gram lantaran perang dagang. Empat hari kemudian atau pada 6 Agustus 2019 naik Rp 15.000 per gram menjadi Rp 739.000 per gram. Ini menjadi kenaikan tertinggi harga emas Antam hingga hari ini. Bahkan di tanggal 4 dan 5 September, harga emas Antam pecah rekor tertinggi yaitu Rp 775.000 per gram.

Kenaikan harga emas ini diprediksi bakal terus melejit. Bahkan, harga emas hingga akhir tahun diramal bakal menembus Rp 800.000 per gram.

Artikel Asli