Dukungan Google, Twitter, Instagram dkk Atas Aksi Protes Kematian George Floyd

Kompas.com Dipublikasikan 08.35, 01/06 • Kevin Rizky Pratama
Fox Business
Twitter ganti foto profil dan sematkan tagar mendukung warga berkulit hitam

KOMPAS.com - Kasus kematian yang menimpa George Floyd juga menuai aksi protes dari sejumlah perusahaan raksasa teknologi dunia.

Aksi protes tersebut dilakukan sebagai gerakan untuk menolak ketidaksetaraan ras, yang menimpa warga kulit berwarna di Amerika Serikat.

George merupakan pria berkulit hitam yang tewas setelah dibekuk oleh Derek Chauvin, polisi Minneapolis kulit putih, pada Senin (25/5/2020) pekan lalu.

Peristiwa tersebut lantas membuat perusahaan teknologi untuk menyuarakan dukungan mereka kepada George dan pria berkulit hitam lainnya.

Twitter misalnya, sebagai bentuk protes atas peristiwa rasisme tersebut, akun resmi platform jejaring sosial itu mengubah foto profil miliknya dari semula burung berwarna biru, menjadi hitam.

Baca juga: Buntut Kematian George Floyd, Android 11 Batal Meluncur Minggu Ini

Tak hanya itu saja, Twitter beserta perusahaan saluran TV seperti HBO, TBS, dan TNT turut mengubah bio akun Twitter mereka dengan tagar #BlackLivesMatter.

Sedangkan Netflix, Amazon Studios, Hulu, Starz, Quibi, dan Twitch juga menyuarakan aksi dukungan anti-rasisme lewat pengumuman yang diunggah melalui akun resmi Twitter milik mereka.

Di sisi lain, Google menyampaikan dukungan kepada seluruh warga kulit berwarna dengan mencantumkan tulisan "Kami mendukung kesetaraan ras dan semua orang yang mencarinya" pada halaman utama Google di wilayah AS.

Dirangkum KompasTekno dari Axios, Senin (1/6/2020), YouTube bahkan tak segan untuk menggelontorkan dana sebesar 1 juta dollar AS (Rp 14,5 miliar) sebagai upaya untuk mengatasi aksi ketidaksetaraan sosial.

Sementara Instagram lewat postingan di akun resminya, mengunggah tagar #Shareblackstories. Pengguna diminta membagikan pengalaman ketidakadilan yang mereka alami dengan tagar tersebut.

Tidak hanya perusahaan teknologi saja, beberapa perusahaan lain seperti Nike dan Adidas bahkan bersatu untuk mendukung aksi protes tersebut.

Adidas bahkan membagikan video milik Nike yang berjudul "Don't do it" untuk menghimbau kepada masyarakat agar menentang kasus rasisme yang marak terjadi di Amerika Serikat.

Baca juga: Kicauan Donald Trump Soal Kekerasan di Minneapolis Disembunyikan Twitter

Aksi protes keras juga dilakukan oleh Reebok, Outdoot Voices dan Target, perusahaan ritel yang sempat mengalami aksi penjarahan akibat peristiwa tersebut.

Meski telah mengalami kerugian yang tidak sedikit, CEO Target turut mengeluarkan pernyataan sebagai aksi simpatik dalam gerakan anti rasisme.

Ketidaksetaraan rasisme merupakan suatu topik yang sangat sensitif.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Morning Consult menunjukan bahwa para brand (merek) dilaporkan mengalami lebih sedikit kerugian ketika membicarakan isu seperti hak sipil dan perkawinan gay, dibandingkan dengan isu berbahaya lainnya seperti aborsi dan senjata api.

Studi lain menunjukkan bahwa sebuah brand akan memiliki reputasi yang baik jika mereka ikut mendukung isu yang sedang populer di tengah-tengah masyarakat.

Penulis: Kevin Rizky PratamaEditor: Reska K. Nistanto

Artikel Asli