Duh, Dosen dan Mahasiswa Universitas Palangka Raya Dibacok Orang Gila

iNews.id Dipublikasikan 00.41, 11/08 • Sigit Dzakwan Pamungkas
Ilustrasi tersangka (Agungs Sulistyo/iNews)
Ilustrasi tersangka (Agungs Sulistyo/iNews)

PALANGKA RAYA, iNews.id - Unit Jatanras Polresta Palangka Raya menangkap pelaku penganiayaan terhadap dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR). Pelaku berinisial AN (20) warga Jalan Damang Salilah ini diduga mengalami gangguan jiwa.

Kepala Polresta Palangka Raya, Kombes Pol Dwi T Jaladri mengatakan, pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari warga. Begitu mendapat laporn, polisi langsung menangkap pelaku pada Senin (10/8/2020).

"Pelaku kini diamankan di Mapolresta Palangka Raya melakukan penganiayaan terhadap seorang dosen dan mahasiswa UPR dengan cara membacok menggunakan sebilah senjata tajam jenis parang," kata Jaladri, Selasa (11/8/2020).

Jaladri menambahkan, peristiwa pembacokan itu terjadi di komplek UPR sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ini polisi belum bisa memeriksa AN, sebab penyidik berhasil mendapatkan surat keterangan di kediamannya bahwa yang bersangkutan pernah mengalami gangguan jiwa pada 2019 dan dinyatakan sembuh oleh Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei.

"Mengenai motif masih kami dalami. Tetapi mengenai keterangan awal, yang bersangkutan memang berbicaranya tidak jelas sambil tertawa-tawa ketika ditanya," kata dia.

Nantinya, kata Jaladri, pelaku akan menjalani pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit jiwa. Hal ini untuk mengetahui apakah pelaku pura-pura tidak waras atau tidak.

"Tetap akan diperiksa ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi kejiwaan yang bersangkutan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, AN mengaku dalam pemikiran dia dua orang korban ini mengejek dia. Bahkan para korban itu, mengutip keterangan AN, seolah ada membawa senjata tajam, namun sebenarnya kedua korban sama sekali tidak membawa senjata tajam seperti yang ada di pikiran pelaku.

"Antara pelaku dan kedua korban pembacokan ini sama sekali tidak saling kenal, bahkan tidak ada perselisihan sama sekali antara mereka bertiga," kata Jaladri.

Akibat kejadian naas tersebut, kedua korban kini harus dirawat secara intensif di RS Doris Sylvanus, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, karena mengalami luka bacok di bagian kepala hingga lengan.

“Apabila tersangka dinyatakan sehat, maka akan disangkakan dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan Berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," kata dia.

Artikel Asli