Duduk Perkara YouTuber Pukuli Kakeknya, Direkam Sepupu Kelas 5 SD

Kompas.com Dipublikasikan 01.58, 22/11/2019 • Rachmawati
KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN
Yusmiardi (22), pelaku penganiayaan terhadap kakeknya.

KOMPAS.com - Minggu (19/11/2019), Yusminardi (22) menganiaya Wasidi (65), kakeknya karena ia melihat pakan ikan mengapung di bak mandi.

Pakan ikan tersebut sempat masuk ke mulut Yusminardi saat ia sikat gigi dan mandi. Sebelumnya Wasidi telah memasukkan ikan ke dalam bak mandi.

Hal tersebut membuat pria asal Kendal itu emosi

Dilansir dari Tribunnews.com, informasi lain menyebutkan bahwa Yusminardi marah saat kakeknya mengungkit penjualan kambing untuk biaya kepulangan Yusminardi dari Malaysia.

Yusminardi yang menggunakan kaus hitam menendang kepala kakeknya yang saat itu menggunakan sarung dan kaus putih.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah mereka di Desa Kedungboto, Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.

Saat kejadian, R sepupu korban yang ada di lokasi merekam penganiayaan tersebut.

R masih duduk di kelas 5 SD.

Oleh R, video tersebut kemudian dikirim ke ayahnya yang tinggal di Jakarta.  Video tersebut viral di media sosial dan diunggah salah satunya oleh akun Twiter @Airin_NZ.

“Kami belum tahu siapa yang mengunggah video itu ke media sosial. Apakah bapaknya, atau orang lain yang juga mendapat rekaman itu, “ ujar Kapolsek Limbangan, IPTU Agus Riyanto saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).

Yusminardi adalah seorang YouTuber dengan 11.000 subscriber.

Konten yang diunggah di chanel YouTube dengan nama Iyus Sinting sangat beragam mulai dari kegiatan sehari-hari hingga permainan.

 

"Saya ingin cucu saya pulang"

Setelah video tersebut viral, polisi langsung mengamankan Yusminardi dari rumahnya.

Pria tersebut terlihat menunduk dan menangis di depan petugas polisi yang memeriksnya.

Sang kakek yang ikut ke kantor polisi meminta agar cucunya dibebaskan. Jika cucunya ditahan maka Warsidi akan ikut tidur di penjara.

“Saya ingin cucu saya pulang,” kata Warsidi, Kamis (21/11/2019).

Warsidi mengatakan, ia ikhlas walau cucunya telah menganiayanya. Ia berkata bahwa badannya tidak ada yang sakit akibat penganiayaan tersebut.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Slamet Priyatin | Editor: David Oliver Purba), Tribunnews.com

Editor: Rachmawati

Artikel Asli