Dua desa Magelang diguyur hujan abu akibat letusan Gunung Merapi

Alinea.id Dipublikasikan 07.20, 17/11/2019 • Gema Trisna Yudha
Dua desa Magelang diguyur hujan abu akibat letusan Gunung Merapi
Guyuran hujan abu tidak berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat.

Dua desa yang berada di sekitar Gunung Merapi diguyur hujan abu akibat letusan yang terjadi hari ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto menyebut, dua desa tersebut adalah Desa Sumber dan Keningar, Kecamatan Dukun, Magelang, yang berjarak sekitar 11-12 kilometer dari puncak Gunung Merapi. 

"Hujan abu tipis, tidak berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat," kata Edy di Magelang, Minggu (17/11). 

Meski demikian, dia meminta agar masyarakat tetap waspada dan tenang menyikapi aktivitas gunung ini. Saat ini, Gunung Merapi masih berada di level II atau waspada, yang ditetapkan sejak 21 Mei 2018 lalu. 

Sutar, warga yang tinggal di kawasan sekitar Gunung Merapi, membenarkan dampak hujan abu yang tak mempengaruhi aktivitas masyarakat. Menurutnya, hujan abu turun selama sekitar lima menit.

Letusan Gunung Merapi siang ini terjadi sekitar pukul 10.46 WIB. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, letusan awan panas terdeteksi setinggi 1.000 meter dari puncak gunung. 

Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 mm, dengan durasi 155 detik.

Saat Gunung Merapi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang (Provinsi Jawa Tengah) meletus, angin bertiup ke arah barat. Hal ini menyebabkan hujan abu jatuh di wilayah Kabupaten Magelang.

Artikel Asli