Dua Putri Penguasa Media di Lingkaran Terdekat Jokowi

kumparan Dipublikasikan 23.30, 21/11/2019 • Andreas Gerry Tuwo
Putri Tanjung. Foto: Instagram/@putri_tanjung

Presiden Joko Widodo tak main-main dengan niatnya memberi kesempatan kepada generasi milenial untuk duduk di kursi pemerintahan.

Tak hanya kursi menteri dan wakil menteri, kini jabatan staf ahli presiden juga diberikan kepada sejumlah anak muda, termasuk putri sulung Chairul Tanjung, Putri Tanjung.

Lahir di keluarga konglomerat, perempuan kelahiran 22 September 1996 ini justru sukses dengan usahanya sendiri. Di usia 15 tahun, ia sudah mulai mendirikan event organizer bersama dua temannya, CreativePreneur Event Creator.

Awalnya, usaha Putri Tanjung hanya menangani acara-acara kecil seperti pesta ulang tahun saja. Namun, setelah ia mengikuti berbagai seminar bisnis, Putri mulai mencoba mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi.

Putri Tanjung dan Angela Tanoesoedibjo. Foto: Instagram/putri_tanjung dan Instagram/@angelatanoesoedibjo

Di usia 17 tahun, Putri dan teman-temannya mengajukan bantuan sponsor dari berbagai perusahaan. Meski sering ditolak, namun Putri tetap bertekad untuk tidak meminta bantuan orang tua.

Usaha Putri tidak sia-sia. Lima tahun setelah didirikan, CreativePreneur kini sudah menggelar berbagai seminar bergengsi yang menghadirkan pembicara-pembicara berkualitas.

Kanal bisnis ini juga menjadikan nama Putri masuk dalam bursa menteri Kabinet Indonesia Maju 2019. Tak hanya soal jerih payahnya membangun EO saja, menurut sumber di Istana, nama Putri bisa masuk bursa juga berkat nama besar ayahnya, Chairul Tanjung.

Siapa yang tak kenal dengan Chairul Tanjung, si Anak Singkong. Meski lahir di keluarga menengah ke bawah, Chairul Tanjung berhasil menjadi salah satu konglomerat ternama di Indonesia yang berpengaruh melalui perusahaannya, CT Corp.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

CT Corp membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Globar Resources. Berkat kesuksesannya itu pula, Chairul Tanjung sempat ditunjuk menjadi Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa di masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sama-sama perempuan, muda, dan lahir di keluarga konglomerat, Angela Tanoesoedibjo punya nasib yang hampir serupa dengan Putri Tanjung. Sebelum dilantik menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela dikenal sebagai salah satu petinggi di MNC Group.

MNC merupakan gurita bisnis yang dibangun ayah Angela, Hary Tanoesoedibjo. Angela, pertama kali menjabat di perusahaan ini pada tahun 2010 silam sebagai staf keuangan.

Memulai karier dari bawah di perusahaan ayahnya, dua tahun berikutnya Angela dipercaya menjadi co-managing director di MNC Chanel. Hanya dalam satu setengah tahun, ia mampu merebranding beberapa saluran lama dan membuat 10 saluran baru.

Di pertengahan 2014, Angela dipindah menjadi managing director Global TV. Di masa jabatannya itu, nama Global TV yang tadinya berada di peringkat terbawah, menjadi lima besar stasiun televisi terbesar.

Melalui tangan dinginnya, Angela juga berhasil mengembalikan RCTI yang sempat terlempar dari posisi 3 besar klasemen televisi nasional. Salah satunya adalah dengan memperkuat program pencarian bakat yang membuat RCTI kembali di peringkat teratas.

Meski tak memulai bisnis dari nol seperti Putri Tanjung, namun kiprah Angela tak main-main. Berbekal label 'anak pemilik perusahaan', tak membuatnya bersantai-santai dan hanya menikmati hasil saja.

Artikel Asli