Dua Menteri Terjerat Korupsi, Presiden Jokowi Ingatkan Gunakan Anggaran

Merdeka.com Dipublikasikan 01.30, 20/09/2019
Jokowi Konpres Revisi UU KPK. ©2019 Liputan6.com/HO/Kurniawan
Dua menteri dalam jajaran kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjerat korupsi. Yaitu Idrus Marham yang menjabat Menteri Sosial kasus suap proyek PLTU Riau dan kini Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka.

Dua menteri dalam jajaran kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjerat korupsi. Yaitu Idrus Marham yang menjabat Menteri Sosial kasus suap proyek PLTU Riau dan kini Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengingatkan kepada jajaran menteri kabinet kerja yang tinggal satu bulan lagi agar hati-hati mengelola anggaran.

"Semuanya hati-hati menggunakan anggaran, gunakan APBN," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Sebab menurut dia, semua anggaran akan diperiksa. Dan jika menyelewengkan dana, akan berurusan dengan penegak hukum.

"Semuanya diperiksa, kepatuhannya perundang-undangan oleh BPK. Kalau ada penyelewengan, itu urusannya dengan aparat penegak hukum," ungkap Jokowi.

Sehari setelah penetapan tersangka, lanjut Jokowi, Imam sudah menemuinya dengan membawa surat pengunduran diri. Nantinya kata dia, akan diputuskan pengganti Imam.

"Tentu saja akan kita segera pertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai Plt," ungkap Jokowi.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap KONI, Rabu (18/9). Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar dari Sekjen serta Bendahara KONI Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy.

Meski begitu, Imam membantah. Dia menantang KPK membuktikan tuduhan itu. "Buktikan saja. Jangan pernah nuduh orang kalau tidak ada bukti. Saya tidak seperti yang dituduhkan," kata Imam Nahrawi di rumah dinas menteri, Widya Chandra, Rabu (18/9).

Artikel Asli