Dua Dugaan Sementara Penyebab Editor Metro TV Tewas

Medcom.id Dipublikasikan 15.04, 13/07 • https://www.medcom.id
Foto Editor Metro TV Yodi Prabowo semasa hidup. Foto: Medcom.id/Farhan D

Jakarta: Polisi terus mendalami penyebab meninggalnya editor Metro TV Yodi Prabowo. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya jenazah korban.

"Sampai hari ini kami dari gabungan Polda Metro Jaya satreskrim polres metro jakarta selatan dengan polsek pesanggrahan tetap melakukan proses identifikasi kemudian pengumpulan keterangan data di lapangan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto, Senin 13 Juli 2020.

Irwan mengatakan dua dugaan sementara yang menjadi penyebab meninggalnya Yodi. "Intinya kami ada dua apakah itu ada pelakunya sehingga korban meninggal dunia atau dengan dirinya sendiri sehingga menyebabkan meninggal dunia," kata Irwan.

Dari hasil autopsi tim forensik polri ditemukan dua luka tusukan di dada kiri dan leher Yodi. Polisi juga menemukan luka lebam di antara tengkuk dan leher yang diduga akibat benda tumpul.

Kuat dugaan Yodi merupakan korban pembunuhan. Polisi juga telah memeriksa  handphone korban dan melakukan uji forensik alat bukti lain.

"Kami uji lab forensik secara penyidikan administrasi dan ilmiah dibantu dari tim forensik untuk menentukan apa saja yang menjadi petunjuk masih proses penyelidikan sidik jari dari pisau, motor dan helm dan lain-lain, masih dalam proses laboratorium forensik," kata Irwan.

Sebelumnya, polisi juga mengerahkan anjing pelacak (K9) saat melakukan olah TKP di sekitar tempat ditemukannya jenazah Yodi. Anjing pelacak mengendus barang bukti pisau kemudian anjing K9 tersebut berhenti di beberapa lokasi.

Sejauh ini polisi telah memeriksa lebih dari 20 orang saksi dan alat bukti CCTV yang diduga pernah dilalui Yodi sebelum meninggal. Polisi merunut kembali dengan siapa korban keluar dan menggunakan kendaraan apa.

Artikel Asli