Dropkick Murphys: 11 Short Stories of Pain & Glory Album Review

CULTURA.ID Dipublikasikan 16.22, 01/08 • Bernadetta Yucki
dropkick-murphys
Photo: Gregory Nolan

Judul “11 Short Stories of Pain & Glory” adalah album kesembilan Dropkick Murphys yang dirilis pada 6 Januari 2017 melalui label Born & Bred Records. Album ini adalah rekaman studio Dropkick Murphys pertama dalam empat tahun sejak "Signed and Sealed in Blood" pada 2013.

Perilisan album "11 Short Stories of Pain & Glory" bersamaan dengan perilisan video klip lagu berjudul 'Blood'. Tapi lagu pembuka album ini adalah 'The Lonesome Boatman' yang mampu membangkitkan semangat para pendengarnya.

'The Lonesome Boatman' seolah digunakan untuk memanggil para pendengar fanatik mereka datang ke panggung dengan kepalan tangan. Adapun lagu 'Rebels with a Cause' tentang anak-anak dipaksa menyerah dan ditinggalkan sebuah sistem yang telah menghapus mereka tanpa harapan.

Sementara 'Paying My Way' adalah tentang jalan keluar dari kecanduan dan impian yang lebih baik dan besar dalam kehidupan. Lagu pamungkas lainnya adalah '4-15-13' yang memberi penghormatan kepada para korban bom Boston. "Kami tetap setia pada band ini dan selalu dan kami masih memperluasnya kepada suara dan konten lirik kami," kata Tim Brennan selaku pemain accordion seperti dikutip dari Planet Mos.

Pada album ini, banyak lagu yang mencerminkan pengalaman, kesedihan, kemarahan dan kekecewaan kepada epidemi yang menghancurkan negara khususnya Boston dan New England. "Kami lebih mementingkan penulisan musik itu daripada apapun yang pernah kami lakukan karena jika Anda akan menyentuh hari itu, harus dilakukan dengan benar. Kami mengalami begitu banyak emosi dengan seluruh pengalaman itu, seperti halnya semua orang di Boston. Itu mengubah kota itu selamanya," jelas Ken Casey sebagai pemain bass.

Album "11 Short Stories of Pain & Glory" melanjutkan tradisi bercerita yang kasar. Jenis lirik yang tidak pernah membuat para penggemarnya melihat kembali ke kehidupan masa kanak-kanak dan jejak dalam tragedi terorisme.

Semuanya ada di dalam 11 track rekaman album ini. Ada saatnya ketika celtic punk menendang-nendang, berdecak kencang, menyentak dan jenis-jenis kalimat bijak yang optimis diucapkan dengan keras untuk seluruh dunia. Uniknya, Dropkick Murphys merekam albumnya di El Paso Kota Texas.

Padahal mereka selalu identik dengan Kota Boston daripada Texas. "Karena kehidupan semua orang menjadi lebih gila dan sibuk dengan anak-anak dan keluarga. Semakin sulit untuk bekerja keras di rumah. Kami memutuskan untuk meninggalkan Boston, pergi ke tengah-tengah dan mengunci diri di sebuah ruangan (rekaman)," papar Casey.

Album "11 Short Stories of Pain & Glory" juga dipengaruhi oleh The Claddagh Fund, sebuah badan amal untuk membantu pemulihan kecanduan dan organisasi anak dan orang tua. Maka dari itu album ini melambangkan tanda besar bagi Dropkick Murphys mengundang pendengarnya untuk mengambil bagian aktif dalam cerita mereka.

Artikel Asli