(Dota 2) Tim Terbaik dan Terburuk di Fase Grup The International 2019

Kincir.com Diupdate 13.37, 20/08/2019 • Dipublikasikan 07.06, 20/08/2019 • Abdul Khair
(Dota 2) Tim Terbaik dan Terburuk di Fase Grup The International 2019
Via Istimewa

Setelah melangsungkan putaran Dota Pro Circuit hingga babak kualifikasi regional, telah terpilih delapan belas tim yang berhasil lolos ke babak utama The International 2019. Di fase awal, tim-tim tersebut harus menjalani fase grup untuk memastikan posisinya di babak main event.

Banyak hal tak terprediksi dari babak fase grup kemarin. Beberapa tim yang kurang diunggulkan justru tampil dengan sangat baik. Sebaliknya, beberapa tim besar tidak sesuai ekspektasi penggemarnya.

Kali ini KINCIR akan merangkum tim-tim dengan performa terbaik hingga terburuk di fase grup The International 2019.

 

Terbaik

1. OG - Eropa

Via Istimewa

Sang juara bertahan The International 2018 ini mampu konsisten mempertahankan kualitasnya. Perjalanan pada TI 8 yang penuh dengan rintangan ternyata membuat tim ini semakin kuat. Di Grup B, OG tampil sempurna tanpa kalah sama sekali. Bahkan, OG memiliki raihan poin terbanyak dari delapan belas tim yang ikut, yakni 14 poin.

Hanya butuh dua hari untuk OG menempat pemuncak klasemen. Hari pertama diawali dengan kemenangan ketika harus melawan salah satu tim legenda Dota 2, yaitu Na’Vi. Selanjutnya, OG kembali bangkit ketika menang melawan Infamous 2-0. Sisanya, OG terus mendulang enam kemenagangan.

Di babak playoffs nanti, OG harus berhadapan dengan Newbee. Jika saja OG mampu menjaga kualitas seperti di fase grup, bisa jadi OG kembali menjadi juara di The International 2019 ini.

[irp posts="24503,24530"]

2. Team Secret - Eropa

Via Istimewa

Merombak roster ternyata menjadi langkah tepat untuk Secret. Sebelum memulai DPC 2019, manajemen menggantikan FATA dan Ace yang dirasa kurang maksimal sejak musim 2018. Mengisi kekosongan tersebut, Nisha dan Zai masuk sejak 15 September 2018. Ternyata, hasilnya sangat memuaskan.

Setelah memenangkan The Chongqing Major dan MDL Disneyland Major, Secret mampu membawa energi serupa di gelaran The International 2019. Tim yang dipimpin oleh Puppey ini tampil tanpa kalah di dua hari pertama fase grup dan berhasil mengumpulkan delapan poin. Hasil ini pun membawa Secret menjadi pemuncak klasemen grup A.

Dari total delapan pertandingan yang dijalani, Secret hanya merasakan satu kali kekalahan dari PGS.LGD dan tiga kali seri. Meskipun akhirnya berada di bawah PSG.LGD, tapi dominasi di dua hari pertama menunjukkan kualitas Secret sebagai salah satu tim terbaik di The Internatonal 2019.

 

3. PSG.LGD - Asia

Via Istimewa

Tim tuan rumah yang cukup dominan di fase grup ini memang patut diacungin jempol. Dari Sembilan tim yang ada di grup A, hanya PSG.LGD yang belum pernah merasakan kekalahan. Di dua hari pertama, Ame, Somnus, Chalice, Fy, dan Xnova dibayang-bayangi oleh Secret.

Hingga akhirnya di hari ketiga mereka mampu bangkit setelah mengalahkan Secret dan menjadi pemimpin klasemen hingga hari akhir fase grup. Dari empat hari tersebut, PSG.LGD berhasil mengumpulkan 13 poin!

Sebelum memulai The International, diketahui bahwa PSG.LGD menjalani latihan ketat. Porsi latihan ekstra dan jadwal yang begitu padat semakin meyakinkan bahwa tim-tim asal tiongkok memang memiliki ambisi yang kuat untuk memenangkan The International ini. Ternyata, hasil latihan ketat ini pun terlihat di gelaran fase grup kemarin.

[irp posts="24467,15524"]

 

Terburuk

1. Na’Vi - Commonwealth of Independent States

Via Istimewa

Setelah melepas sang Legenda, yaitu Dendi. Na’Vi ternyata tampil kurang maksimal. Padahal, Na’Vi menjadi penguasa di regional CIS. Perjalanan yang cukup mudah pun dijalani Natus Vincere pada fase kualifikasi regional. Akan tetapi, sampai pada fase grup sepertinya tidaklah mudah.

Di hari pertama, Na’Vi hanya mampu meraih hasil seri dari dua pertandingan melawan Evil Geniuses dan OG. Mungkin hal ini masih bisa diwajari mengingat, dua tim ini adalah langganan main event The International. Di hari ke dua pun, Na’Vi hanya mampu meraih dua kemenagan dari Ninja in Pyjamas dan Virtus.pro dan sekali imbang melawan Infamous.

Dari empat hari babak grup, Natus Vincere hanya mampu menang dua kali, tiga kali seri dan tiga kali kalah. Prestasi ini pun membawa Crystallize, MagicaL,  Blizzy, Zayac, dan SoNNeiko ke lower bracket melawan tim perwakilan dari Asia Tenggara, yaitu Mineski.

[irp posts="24561,24491"]

2. Liquid - Eropa

Via Istimewa

Mungkin tahun ini menjadi rekor terburuk Liquid di gelaran The International. Dari delapan pertandingan, tim berlogo kuda trojan ini hanya mampu memenangkan dua pertandingan, dua kali seri, dan empat kali kalah. Padahal, tim ini diisi oleh para pemain bintang, seperti Miracle, KuroKy, GH, W33.haa, dan MinD_ContRoL.

Ternyata, taburan bintang di dalam sebuah tim bukanlah jaminan agar dapat mendominasi di gelaran The International 2019 ini. Dari awal fase grup, Liquid konsisten berada di posisi 7. Jika saja dua tim terbawah yaitu Keen Gaming atau pun Chaos Esports mampu bangkit, bisa jadi Liquid gugur dari The International 2019.

Setelah tampil buruk pada fase grup, Liquid pun harus bermain di lower bracket melawan Fnatic. Agar mampu naik ke upper bracket, Liquid harus meningkatkan kualitasnya agar terus maju ke babak selanjutnya.

[irp posts="24410,24296"]

3. Ninja in Pyjamas - Eropa

Via Istimewa

Sebenarnya dari daftar tim terburuk ada dua nominasi, yaitu Ninja in Pyjamas dan Chaos Esports. Dua tim ini sama-sama dipastikan gugur dari gelaran TI9. Jika berbicara soal pemain, dari Chaos Esports hanya Matumbaman dan Misery  yang pernah merasakan sengitnya persaingan di main event The International.

Berbeda dengan Ninja in Pyjamas yang diisi oleh pemain bekas tim-tim besar seperti Ace dan Fata yang pernah bermain untuk Secret. Lalu ada ppd yang pernah menjuarai The International 2015 bersama dengan Evil Geniuses. Satu hal lagi yang membedakan adalah, NIP merupakan tim hasil direct invite dari gelaran DPC sementara Chaos Esports merupakan tim lolosan kualifikasi dari Eropa.

Raihan di fase grup membuat mereka menjadi yang terburuk. Semenjak hari pertama, NIP sama sekali tidak memenangkan satu pertandingan pun. Tiga hasil seri dan lima kekalahan membuat tim asal Swedia ini harus tereliminasi dari gelaran The International 2019.

***

Dari putaran fase grup The International 2019, terlihat banyak tim yang secara mengejutkan tampil di luar ekspektasi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa apapun bisa terjadi di babak playoffs nanti. Bisa jadi, Liquid atau Na'Vi yang menempati posisi dua terbawah tersebut bisa tampil maksimal.

Seperti apa keseruan yang akan terjadi di Main Event nanti? nantikan terus berita terbaru seputar esports dan game lain hanya di KINCIR!

Artikel Asli