(Dota 2) Rekap Hari Pertama Main Event The International 2019

Kincir.com Diupdate 03.51, 22/08/2019 • Dipublikasikan 10.46, 21/08/2019 • Abdul Khair
(Dota 2) Rekap Hari Pertama Main Event The International 2019
Via Istimewa

Setelah melewat fase grup, kini gelaran The International 2019 telah sampai pada fase playoffs. Laga yang dibagi menjadi dua bracket ini diikuti oleh 16 peserta lolosan kualifikasi grup. Di upper bracket, diisi oleh PSG.LGD, Virtus.pro, TNC Predator, Vici Gaming, OG, Newbee, Evil Geniuses, dan Secret. Sedangkan di lower bracket ada Alliance, RNG, Fnatic, Liquid, Infamous, Keen Gaming, Mineski, dan Na’Vi.

Pada hari pertama, ada total enam pertandingan yang digelar dari dua bagan tersebut. Dari laga yang telah dijalani, ada banyak kejutan yang dihadirkan. Dari kebangkitan tim-tim kuda hitam, hingga gugurnya tim besar yang menjadi unggulan di ajang esports terbesar Dota 2 ini.

Untuk mengetahui detail mengenai hari pertama main event The International 2019, simak rekap pertandingan berikut ini.

 

1. PSG.LGD VS Virtus.Pro – Upper Bracket

Via Istimewa

Laga pembuka di main event ini mempertemukan dua tim raksasa dari daratan Tiongok dan Eropa. PSG.LGD yang menjadi finalis The International 2018 ternyata mampu menunjukkan ambisinya untuk terus melaju hingga babak selanjutnya. Di laga ini, Tim yang dikapteni oleh Xu “Fy” Linsen ini berhasil memenangkan pertandingan atas VP dengan skor 2-0.

Di game pertama, PSG.LGD  kurang dominan di jalur tengah. No[O)ne yang menggunakan Dazzle mampu menekan Somnus yang menggunakan hero meta saat ini, yaitu Gyrocopter. Ramzez yang menggunakan Morphling tidak bisa berbuat banyak bagi VP, pasalnya tiap kali teamfight ia menjadi incaran pertama LGD. Kemenangan pun diraih oleh PSG.LGD di menit 45.

Belajar dari kesalahan, Ramzez menggunakan hero andalannya, yaitu Teror Blade. PSG.LGD justru merencanakan pertarungan late game dengan memilih Phantom Assassin untuk Ame. Terjadilah pertarungan antar-carry yang cukup sengit di awal hingga pertengahan game. Di menit 35, Ramzez berhasil diculik oleh Fy dan tanpa basa-basi, PSG.LGD langsung mengarah ke Throne.

[irp posts="24589,24565"]

2. TNC Predator VS Vici Gaming – Upper Bracket

Via Istimewa

Menjalani laga BO3 di upper bracket, dua tim Asia ini bertanding agar bisa lanjut ke babak selanjutnya. Dengan skor akhir 2-1, pertandingan ini memakan waktu lebih dari tiga jam. Setelah menjalani tiga ronde yang cukup sengit, Vici Gaming pun akhirnya mengirim TNC Predator ke lower bracket.

Game pertama berjalan sangat lambat, dua tim lebih fokus farming ketimbang melakukan serangan. Meskipun TNC unggul jumlah kill, namun perbedaannya tidak terlalu jauh. Hingga sampai ke pertengahan game pun akhirnya jual beli serangan terjadi dan TNC terlihat lebih unggul. Gabbi yang menggunakan hero Lifestealer tampil dominan di game tersebut. Akhirnya di menit 76 VG melakukan GG Call.

Di dua ronde selanjutnya, VG berhasil mengamankan skor kill dan GPM di atas TNC. Pemilihan hero yang dilakukan oleh Fade ternyata sangat ampuh di tiap team fight. TNC pun harus mengakui kualitas Vici Gaming di dua game akhir dan harus turun ke lower bracket melawan Liquid.

 

3. Alliance VS Royal Never Give Up – Lower Bracket

Via Istimewa

Membuka pertandingan di partai lower bracket, pertarungan antara Alliance dan RNG cukup mengejutkan publik. Pasalnya, Alliance yang diunggulkan justru harus menelan kekalahan. perjalanan Alliance pun harus terhenti di hari pertama main event.

Kekalahan ini dimulai dari kesalahan yang dilakukan oleh sang kapten, yaitu Insania. Pada frase draft pick, ia memilh hero Gyrocopter. Seharusnya hero tersebut di-ban jika mengikuti instruksi dari sang pelatih, yaitu Loda.

RNG pun memanfaatkan kesalahan ini dengan menjalankan game dengan alur yang lambat. Alliance berhasil mendapatkan first blood dan kemudian terus mendominasi pertandingan. Hingga akhinya, Monet dengan Antimage-nya mampu membalikan keadaan di menit 43.

 

4. Liquid VS Fnatic – Lower Bracket

Via Istimewa

Pertarungan ini sepertinya bukan laga berat yang dijalani Liquid selama The International 2019  jika dibandingkan dengan perjalanan Liquid selama fase grup. Meskipun diunggulkan, Liquid harus berada di lower bracket setelah mengalami empat kekalahan dan hanya dua kemenangan.

Lebih waspada, KuroKy sebagai kapten langsung mengamankan IO dan Gyrocopter. Kemudian Necromancer yang dipiliih untuk midlane juga menjadi pilihan cerdas ketika harus melawan Kunkka yang digunakan Abed. Tiga core yang dipilih Fnatic ternyata belum mampu membawa tim asal Malaysia ini memenangkan pertandingan melawan Liquid.

Komposisi team fight yang buruk dari Fnatic mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Liquid. Timbersaw yang terlalu fokus menggedor garis depan Liquid, justru memudahkan Miracle untuk masuk ke jantung pertahanan Fnatic. Pertarungan berakhir di menit 40 dengan skor 21-14.

[irp posts="24589,24530"]

5. Infamous VS Keen Gaming – Lower Bracket

Via Istimewa

Infamous menjadi satu-satunya perwakilan dari Amerika Selatan di gelaran The International 2019 ini. Sebagai kontingen tunggal, pastinya Infamous ingin membuktikan kualitasnya di kancah international ini. Ternyata, setelah menghabiskan waktu kurang lebih 34 menit, akhirnya Infamous melangkah ke babak selanjutnya.

Keen gaming sebagai tuan rumah ternyata tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti jika melakukan team fight. Keunggulan kill yang didapat pada awal game juga didapat dari hasil ganking. Sang carry dari Infamous, yaitu Hector yang dibantu oleh Stinger melakukan rotasi untuk mencari poin kill. Agak kesulitan di late game akhirnya, Keen Gaming mulai mundur ke base dan akhirnya Infamous pun mengakhiri game dengan total skor 21-12.

 

6. Na'Vi VS Mineski – Lower Bracket

Via Istimewa

Diantara semua pertarungan di hari pertama, laga ini yang cukup mengejutkan. Pasalnya, diatas kertas jelas Na’Vi unggul dalam banyak hal dari Mineski. Namun, performa Natus Vincere sejak fase grup juga patut diperhitungkan, mengingat tim asal regional CIS ini hanya menempati posisi 7 setelah mengalami tiga kekalahan.

Menjalani laga di lower bracket, Mineski tampil dengan draft pick yang menjanjikan. Kombinasi Enigma dan Lina diharapkan jadi penunggul atas Na’Vi hingga akhir game. Ternyata, Nicobaby dengan Hero Wraith King tampil garang pada game ini.

Setelah mengamankan Roshan di menit 57, Mineski mulai memberanikan diri membuka kontes dengan Na’Vi di jalur tengah. Blizzy dengan Beast Master memaksakan melakukan backdoor ke markas Mineski. sempat terjadi base race di menit akhir, namun Mineski akhirnya lebih dulu menghancurkan Throne dari Na’Vi.

[irp posts="24611,24589"]

***

Bagaimana pendapat kalian tentang pertandingan-pertandingan yang tersaji di hari pertama Main Event The International 2019? Apakah jagoan kalian berhasil menang, ataukah justru sebaliknya? Tungguin terus rekap keseruan turnamen ini di hari-hari selanjutnya cuma di KINCIR!

Artikel Asli