Dongeng Anak: Pangeran Ompol

Bobo.id Dipublikasikan 23.00, 15/11/2019 • Sarah Nafisah
Dongeng Anak: Pangeran Ompol

Bobo.id - Hai teman-teman, pasti sudah tidak sabar menunggu dongeng anak hari ini, ya?

Dongeng anak hari ini berjudul Pangeran Ompol.

Yuk, langsung saja kita baca dongeng anak hari ini!

----------------------------------------

Dahulu kala, hiduplah seorang pangeran bungsu yang selalu bangun pagi. Sebelum kakaknya bangun, ia sudah bangun dan memperhatikan kasurnya. Ya, kasur pangeran bungsu selalu basah. Karena sang pangeran mengompol! Padahal usianya sudah sembilan tahun. Para pelayan diam-diam menjulukinya Pangeran Ompol. Meski namanya adalah Andreas.

Ibunda sang pangeran mulai cemas. "Kita perlu memanggil tabib agar kau tidak mengompol lagi!" ujar ibunda Pangeran Andreas.

Akan tetapi, ternyata tak seorang tabib pun bisa menyembuhkan Pangeran Andreas.

"Tak mengapa pangeran, jika dewasa nanti, kau pasti bisa menahan agar tidak ngompol!" ujar seorang tabib. Pangeran Andreas termenung mendengar penjelasan tabib itu. Ia ingin sembuh sekarang, bukan setelah dewasa nanti!

Suatu hari, ibundanya mencari seorang tabib yang konon sangat ahli. Pangeran Andreas tak sabar menunggu di halaman istana. Akhirnya tabib itu datang dengan kereta kuda. Ketika turun dari kereta kudanya, ternyata tabib itu…seorang wanita muda! Wajahnya sangat cantik.

Pangeran Andreas patah semangat. Tabib tua saja tak bisa mengobatinya, apalagi tabib muda.

"Ini Bibi Lolita, sepupu ayahmu, Andreas!" tutur ibunda pangeran.

"Aku hanya seminggu di sini Andreas. Waktuku tak lama!" janji Bibi Lolita di awal perkenalan mereka. "Aku tahu cara menghentikannya!"

Malam harinya, Bibi Lolita tidak melakukan apa pun. Ia hanya menyiapkan ember di dalam kamar pangeran Andreas. Sebelum tidur, pangeran dilarang banyak minum. Ia pun harus buang air kecil. Dan setiap tengah malam, Bibi Lolita membangunkannya untuk buang air kecil di ember yang tersedia.

"Bangunlah setiap kali kau bermimpi akan buang air kecil. Itu tipuan! Otak kita sebenarnya berusaha memberitahu kalau kandung kemih kita sudah penuh. Itu berarti kita harus segera buang air kecil!" ujar Bibi Lolita.

Awalnya Pangeran Andreas tidak tahan. Ia sering menangis jika dibangunkan di tengah malam. Namun lama-lama ia terbiasa. Ia bisa terbangun sendiri di saat sedang bermimpi akan buang air kecil!

Sejak itu kebiasaan ngompol Pangeran Andreas mulai hilang perlahan-lahan. Bibi Lolita pun kembali ke purinya. Kebiasaan ngompol Pangeran Andreas akhirnya hilang samasekali. Sebagai ucapan terima kasih, Pangeran Andreas mengirim surat pada Bibi Lolita. Di bagian bawah surat ia menuliskan sesuatu,

"Bagaimana Bibi tahu soal mimpi buang air kecil? Tabib yang mengajari Bibi, pasti hebat!" Seminggu kemudian pangeran mendapat surat balasan,

"Andre sayang, dulu Bibi juga seorang pengompol! Bertahun-tahun Bibi beiajar sendiri untuk menghentikan mimpi buang air kecil itu!"

Pangeran Andreas tersenyum lebar. Ia tidak menyangka jika bibinya yang cantik itu…dulunya seorang ngompol!

Cerita oleh: Aida Hakim

Artikel Asli