Dongeng Anak: Memburu Misteri Musuh Kerajaan

Bobo.id Dipublikasikan 23.00, 06/12/2019 • Sarah Nafisah
Dongeng Anak: Memburu Misteri Musuh Kerajaan

Bobo.id - Hai teman-teman, pasti sudah tidak sabar menunggu dongeng anak hari ini, ya?

Dongeng anak hari ini berjudul Memburu Misteri Musuh Kerajaan.

Yuk, langsung saja kita baca dongeng anak hari ini!

----------------------------------------

Hati Raja Danagung selalu gelisah. Sebelum wafat, ayahnya berpesan agar ia

mencari musuh kerajaan Danagiri, yang dipimpinnya. Setiap hari Raja Danagung dan para punggawa sibuk memikirkan cara menemukan musuh kerajaan.

"Aku akan menghentikan pembangunan di daerah dekat sungai. Jangan-jangan suku berkulit hitam dan berambut keriting yang tinggal di daerah itu adalah musuh kerajaan. Musuh seperti yang dimaksud ayahandaku. Mereka adalah suku asing yang berpurapura menjadi penduduk asli kerajaan," kata Raja Danagung mantap pada permaisurinya. Sang permaisuri hanya diam. Walaupun sebenarnya ia ingin menegur suaminya, agar tidak ceroboh.

Dan, ketika putera pertamanya lahir, Raja sangat kaget. Puteranya itu berkulit hitam dan berambut keriting. Raja langsung memanggil penasihatnya.

"Mengapa ini bisa terjadi?" Tanya Raja bingung.

"Ampunkan hamba, Paduka! Hamba jadi teringat pada paman Paduka yang sudah meninggal. Warna kulitnya sama persis dengan putera Paduka ini. Dengan begitu, suku yang tinggal di dekat sungai itu pun masih saudara kita,"jelas penasihat raja yang sudah tua itu.

Raja mengangguk-angguk.

Raja Danagung lalu meminta maaf pada penduduk di sekitar sungai. Pembangunan di daerah itu dilanjutkan. Daerah di sekitar sungai pun menjadi makmur.

Hari-hari berikutnya, Raja Danagung yang ceroboh tetap mencari musuh misterius kerajaan nya.

Suatu ketika, Raja kembali menemukan suku yang dicurigai. Suku itu tinggal di daerah persawahan.Tubuh dan kaki mereka pendek. Raja memerintahkan untuk menghentikan pembangunan tanggul di daerah itu. Suku itu menjadi marah. Mereka  berbondong-bondong menuju ke istana.

Saat mereka tiba di alun-alun kerajaan, Raja Danagung menyambut mereka dengan marah. Ia berdiri di atas panggung dan berseru,

"Dengarlah! Keturunan suku asli kerajaan ini tidak ada yang bertubuh dan berkaki pendek seperti kalian. Karena itu, kalian harus keluar dari kerajaan ini!" perintah Raja lantang. Akan tetapi, suku itu tidak mau pergi.

"Pasukan, tangkap mereka!" perintah Raja murka. Seketika sepasukan tentara kerajaan menyerbu masuk alunalun. Suku itu langsung berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Namun beberapa hari kemudian, raja kembali menyesal. Bayi mungil putra keduanya yang baru lahir ternyata bertubuh dan berkaki pendek.

"Setelah melihat putera Paduka, hamba jadi teringat akan Ibunda. Bukankah Ibunda Paduka waktu itu bertubuh pendek, berkaki pendek pula? Namun beliau bijaksana dan cantik sekali," ujar penasihat. Raja kembali minta maaf.

Sebagai rasa sesalnya, Raja pun mempercepat pembangunan tanggul di daerah itu. Daerah di sekitar persawahan itu pun bertumbuh makmur seperti daerah-daerah lainnya.

Usai kejadian itu, Raja Danagung tetap mencari musuh kerajaan. Kini ia mencurigai suku yang hidupnya berpindah-pindah dari hutan ke hutan lainnya. Tubuh mereka besar, kuat, dan berhidung besar. Raja yakin, mereka bukan keturunan dari salah satu suku di kerajaannya.

Suatu hari, Raja mengumpulkan punggawanya. Ia bermaksud untuk mehyerang suku bertubuh besar itu. Namun betapa terkejutnya sang raja. Putera ketiganya yang lahir hari itu, ternyata bertubuh gempal dan berhidung besar. Persis dengan suku yang akan diserangnya. Setelah mendengar cerita penasihat, Raja pun sadar. Ternyata suku yang tinggal di hutan itu juga keturunan suku asli kerajaan Danagiri.

Raja meminta maaf dan membangun daerah di sekitar hutan.

Raja Danagung tak pernah lelah mencari misteri musuh kerajaannya. Sekalipun beberapa kali dugaannya keliru, Raja tak pernah bosan memburu. Tanpa disengaja, akhirnya seluruh wilayah kerajaan selesai dibangun.Tak ada lagi daerah rhiskin di kerajaan Danagiri. Namun Raja justru bingung. Ia belum berhasil melaksanakan amanat ayahandanya. Untuk menemukan musuh kerajaan Danagiri.

Suatu malam, Raja Danagung bermimpi. Ayahandanya datang dan berkata, "Hai, anakku! Ayah bangga padamu. Kau telah mengalahkan musuh kerajaan yang selama ini membuat Ayah sedih." Raja Danagung bingung. Namun ayahandanya berkata lagi,

"Ketahuilah anakku! Musuh kerajaan yang kumaksud adalah 'kemiskinan rakyat'. Berkat usahamu, kemiskinan itu telah lenyap. Rakyat negeri kita sekarang hidup makmur."

Raja Danagung terbangun. Sebaris senyum muncul di bibirnya. Hatinya lega dan bahagia. Tanpa disengaja, ternyata ia telah menemukan musuh kerajaan yang dimaksud ayahandanya.

Cerita oleh: Susan K. Yuliati

Artikel Asli