Djaduk Ferianto Dimakamkan di Dekat Pusara Bagong Kussudiardja

Kompas.com Dipublikasikan 11.33, 13/11/2019 • Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Peti jenazah Djaduk Ferianto saat tiba di preristirahatan terakhirnya di pemakaman keluarga Sembungan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Jenazah seniman Djaduk Ferianto dimakamkan di pemakaman keluarga Sembungan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Djaduk Ferianto dimakamkan di dekat pusara sang ayah, maestro tari Bagong Kussudiardja.

Dari rumah duka, jenazah Djaduk Ferianto dibawa ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja untuk disemayamkan.

Baca juga: Cerita Keluarga tentang Djaduk Ferianto yang Suka Guyon dan Mem-bully

Di padepokan, dilaksanakan misa requiem yang dipimpin oleh Romo Gregorius Budi Subanar, SJ.

Usai misa, para pelayat diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seniman kelahiran Yogyakarta pada 19 Juli 1964 ini.

Setelah itu, jenazah Djaduk Ferianto dibawa ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman keluarga Sembungan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Sekitar pukul 15.51 WIB mobil ambulan yang membawa peti jenazah Djaduk Ferianto tiba di makam keluarga Sembungan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Kompleks makam ini tidak jauh dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 17.30 WIB.

"Atas nama keluarga, saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kesediaan dan waktunya bersama-sama disini, mengantar Bapak pulang," ujar putra nomor tiga almarhum Djaduk Ferianto, Gallus Presiden Dewagana usai upacara pemakaman, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Djaduk Ferianto Meninggal, Keluarga Keraton Datang Melayat

Presiden menyampaikan, semoga apa yang ditinggalkan oleh Djaduk Ferianto akan selalu abadi. Semoga apa yang ditinggalkan Djaduk menjadi kebaikan bagi semua orang.

"Semoga apa yang ditinggalkan Bapak di hati teman-teman semua, saudara-saudara semua akan ada selamanya di sana," ujarnya.

Seniman senior Yogyakarta Djaduk Ferianto, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 02.30 WIB meninggal dunia. Inisiator gelaran Ngayogjazz ini meninggal dunia karena serangan jantung.

Djaduk Ferianto merupakan putra bungsu seniman tari legendaris Bagong Kussudiardja. Dia meninggalkan satu istri dan lima orang anak.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaEditor: Khairina

Artikel Asli