Dituduh Curi HP, Remaja 14 Tahun di Asahan Diisi dalam Karung Goni dan Disiksa

iNews.id Dipublikasikan 02.40, 13/08 • Ulil Amri
Orang tua korban menunjukkan luka anaknya akibat disulut para pelaku dengan besi panas. (Foto: iNews/Ulil Amri)
Orang tua korban menunjukkan luka anaknya akibat disulut para pelaku dengan besi panas. (Foto: iNews/Ulil Amri)

ASAHAN, iNews.id - Remaja 14 tahun di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara menjadi korban penyiksaan lima terduga pelaku. Dia disiksa lantaran dituduh mencuri handphone (HP) milik salah satu pelaku di sebuah warnet di Desa Serdang, Asahan.

Korban berinisial NP menceritakan, saat kejadian dia sedang bermain warnet yang ada di desa setempat pada 4 Agustus silam. Namun salah satu pengunjung warnet kehilangan HP dan menuduh korban mengambilnya.

Korban kemudian dipukul kelima pelaku yang juga masih remaja dan ada beberapa pria dewasa. Karena takut, korban lari ke rumah. Namun pelaku mendatangi rumah korban dan mengisinya dalam karung, lalu diseretnya ke lokasi penyiksaan.

Saat itu rumah dalam kondisi kosong karena orang tua korban bekerja di luar daerah. Mirisnya, dalam penyiksaan itu korban disulut dengan besi panas hingga membekas di atas lehernya.

"Saya dituduh curi HP milik orang di situ. Saya kemudian dipukuli, dimasukkan dalam karung dan diseret dari rumah," kata NP, Kamis (13/8/2020).

Ayah korban, Aron Panjaitan mengaku tak terima dengan kejadian yang dialami anaknya. Dia pun telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan.

Keluarga berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Saat kejadian saya tidak ada hanya mendengar pengakuan anak saya. Dia dalam posisi meringkuk dimasukkan dalam karung lalu mereka seret," katanya.

Artikel Asli