Ditinggal Pendukungnya, Facebook Libra Bisa Mati Sebelum Berkembang

Infokomputer.com Dipublikasikan 12.55, 13/10/2019 • Wisnu Nugroho
Ditinggal pendukungnya, Libra bisa mati sebelum berkembang

Facebook Libra mengalami pukulan hebat. Beberapa perusahaan yang sebelumnya mendukung pembuatan mata uang digital ini memutuskan untuk mengundurkan diri. Tidak main-main, yang mundur dari Libra adalah perusahaan kelas global seperti Visa, MasterCard, Stripe, sampai eBay. Minggu lalu, PayPal bahkan sudah duluan mengumumkan kalau mereka menarik diri dari proyek Libra. 

Sekadar mengingatkan, Libra adalah cryptocurrency atau mata uang digital yang sedang dikembangkan Facebook. Libra dibangun di atas teknologi cryptocurrency, sama seperti bitcoin, ethereum, dan berbagai mata uang digital lainnya. Melalui Libra, Facebook berharap memiliki mata uang digital yang membuat setiap orang di seluruh dunia bertransaksi tanpa tergantung mata uang konvensional.

Saat ini, Libra sudah memiliki white paper alias buku panduan untuk pengembangan ke depan. Targetnya, Libra dapat resmi paling cepat tahun 2020 nanti. 

Mengapa Mundur dari Libra?

Untuk mengembangkan Libra, Facebook tidak sendiri. Mereka membuat asosiasi bernama Libra Association sambil menggandeng institusi dari berbagai industri seperti finansial, e-commerce, sampai operator telekomunikasi. Harapannya, asosiasi ini dapat menghasilkan cryptocurrency yang dapat menjawab kebutuhan dari berbagai industri tersebut. 

Keterlibatan nama-nama besar di dalam asosiasi diharapkan juga dapat meningkatkan kredibilitas Libra, di tengah skeptisme publik terhadap cryptocurrency maupun citra Facebook.

Akan tetapi, kredibilitas Libra praktis menjadi tanda tanya besar setelah mundurnya pemain kelas kakap tersebut. 

Mundurnya perusahaan finansial dari Libra tak lepas dari keengganan perusahaan finansial terseret kontroversi Libra. Sejak kemunculan Libra, regulator dari berbagai negara sudah menunjukkan penolakan. 

Hal ini setidaknya terlihat dari jawaban diplomatis Visa. “Untuk saat ini, Visa memutuskan untuk tidak terlibat di Libra Association” ungkap juru bicara Visa kepada The Verge. “Kami akan terus mengevaluasi perkembangan, dan keputusan final kami akan ditentukan kemampuan asosiasi untuk memenuhi syarat yang ditetapkan regulator,” lanjut juru bicara Visa.

eBay pun mengungkapkan alasan yang mirip. “Kami menghargai visi dari Libra Association. Namun untuk saat ini, kami memutuskan untuk fokus meningkatkan payment experience dari pelanggan kami,” ungkap juru bicara eBay.

Banyak Negara Menolak Libra

Banyak negara memang menganggap negatif kehadiran Libra. 

Contohnya China, yang menganggap Libra mengancam kedaulatan negeri tirai bambu tersebut. “Kemunculan Libra mendorong bank sentral Cina untuk menciptakan mata uang digital sendiri. Hal itu karena Libra menimbulkan ancaman terhadap pembayaran antarnegara, kebijakan keuangan, dan kedaulatan finansial,” ungkap Wang Xin (Director Bank of China).

Komentar yang sama juga dikemukakan regulator di AS. “Libra memunculkan kekhawatiran terkait privasi, pencucian uang, perlindungan konsumen, dan kestabilan finansial” ungkap Jerome Powell (Federal Reserve Chairman AS). Bahkan dua senator AS mengirimkan surat ke Visa, yang “mengancam” akan mengawasi operasional Visa lebih ketat; baik yang terkait Libra maupun tidak.

Dengan hengkangnya nama-nama besar tersebut, praktis tinggal sedikit perusahaan global yang masih tergabung di Libra Association. Contohnya adalah Uber, Booking Holdings, dan Vodafone. Itu pun dengan catatan, mereka tidak ikut “kabur” melihat perusahaan lain duluan hengkang dari asosiasi.

Ketika itu terjadi, Libra bisa jadi mati sebelum berkembang.

Artikel Asli