Diskotek Sabet Penghargaan, FPI Protes dan Sarankan Anies Begini

Tempo.co Dipublikasikan 21.24, 15/12/2019 • Dwi Arjanto
Massa yang tergabung dalam ormas FPI menggelar Aksi Bela Islam, Aksi Bela Rasulullah di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Ketua Umum FPI, Ahmad Shobri Lubis, dalam keterangan tertulisnya meminta Anies konsultasi kepada ulama.

TEMPO.CO, Jakarta -Front Pembela Islam disingkat FPI meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau ulang kebijakan yang menurut mereka membuka celah untuk terjadinya kemaksiatan.

Ketua Umum FPI, Ahmad Shobri Lubis, dalam keterangan tertulisnya meminta Anies konsultasi kepada ulama. "Sekaligus mengembangkan wisata yang ramah terhadap umat beragama, wisata halal, religi, budaya, wisata sejarah yang sangat tersedia potensinya di Jakarta," tutur Shobri dalam keterangan tertulis yang Tempo terima, Ahad, 15 Desember 2019.

Dalam keterangan tertulis tersebut, FPI menilai beberapa kebijakan Anies ramah terhadap perilaku maksiat.

Shobri memberi contoh seperti pemberian izin untuk penyelenggaraan ajang musik Djakarta Warehouse Project serta pemberian penghargaan terhadap diskotek.

Ia merujuk pada pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Colosseum Club 1001 di Jakarta Barat oleh Anies. "Sangat disayangkan Pemprov DKI," ujar Shobri lagi.

Selain menyarankan Anies konsultasi dengan ulama, Shobri mengatakan pihaknya memprotes keras kebijakan Pemprov DKI terkait dua hal tersebut. Ia menuding kebijakan itu memberikan pesan yang salah ke pada publik. FPI, kata Shobri, juga meminta Anies mencabut izin tempat dan kegiatan hiburan yang mereka nilai menjadi ajang kemaksiatan. Ia juga meminta Anies tak lagi memberi penghargaan ke tempat hiburan malam. "Yang tidak ada manfaat sama sekali dalam pencapaian index manusia yang beriman dan bertaqwa," ucap dia.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI mengadakan penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk 31 kategori. Salah satu kategorinya adalah Nominasi Hiburan & Rekreasi - Klab Malam & Diskotek. Colosseum menang untuk kategori ini.

Dikutip dari Antara, pemberian penghargaan berlangsung di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada 6 Desember 2019. Penghargaan Adikarya Wisata diselenggarakan pertama kali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1991 dan berkala setiap dua tahun.

Sekretaris Daerah DKI Saefullah menuturkan penghargaan itu mencerminkan diskotek Colosseum bebas peredaran narkotika.

Menurut dia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI setiap hari mengobservasi Colosseum untuk diuji kelayakannya menerima penghargaan Adikarya Wisata. Dia tak mengingat berapa lama observasi dilaksanakan. "Artinya bahwa di tempat itu sudah tidak terjadi yang dilarang.

Menurut Perda (peraturan daerah) kami tidak boleh ada perdagangan atau peredaran barang-barang adiktif, narkotika, sabu-sabu, dan barang-barang lain yang dilarang," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Desember 2019.

Artikel Asli