Disinggung Soal Empati, Ini Jawaban Jerinx

VIVA.CO.ID Dipublikasikan 07.42, 13/10/2019 • Rochimawati, Ichsan Suhendra
Jerinx Superman Is Dead (SID)
Jerinx Superman Is Dead (SID)

VIVA – ?Drummer Superman Is Dead, Jerinx menjawab tudingan beberapa orang yang menyebutnya kurang empati. Tudingan tersebut muncul karena cuitan Jerinx terkait penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Jerinx menjelaskan panjang lebar apa yang terlah dilakukannya saat pemboman Bali di 2002. Saat itu Jerinx  sedang berada di rumahnya di Gang Poppies 2, 100 meter dari lokasi bom.

“Tiga teman saya meninggal, beberapa bagian rumah saya hancur. Lalu, selama seminggu, bersama @gendovara saya jadi relawan di RS Sanglah, saat itu saya mengurus bagian logistik untuk para relawan dokter dan tenaga medis dari Indonesia dan seluruh penjuru Dunia yang membantu mengurus jenazah korban,” tulis Jerinx dalam laman instagram jrxsid.

Tak sampai di situ, bisnis keluarga Jerinx bangkrut hingga satu tahun dari pemboman tersebut. Berbagai kejadian dan kehilangan itu yang buat Jerinx menggagas berbagai konser melawan terorisme dan lagu yang bernapaskan untuk menentang terorisme.

“Anda di mana saat Bom Bali 1? Berapa kawan anda yang meninggal? Rumah anda porak poranda juga kah? Apa yang sudah anda lakukan untuk melawan terorisme? Masih menuduh saya membela teroris?” Tulisnya.

Jerinx kembali menyenggol soal penusukan Wiranto. Ia cukup yakin, percobaan pembunuhan kepada pejabat tinggi dilakukan dengan senjata api atau bom bunuh diri. Sekiranya hal itu yang mendasari kicauannya tentang ukuran pisau yang digunakan oleh pelaku penusukan Wiranto.

“Saya 100 persen penasaran saja kenapa ada yang memakai pisau? Apakah pelaku hanya mencari sensasi? Atau memang dia cukup bodoh untuk percaya dia bisa membunuh pejabat yang dikawal ketat hanya dengan menggunakan pisau?” Tulisnya.

Hal itu juga berarti Jerinx tidak mendukung aksi kekerasan tersebut. Jerinx sekali lagi memperingatkan orang yang telah menunjuknya tidak punya empati untuk lebih berkaca lagi.

“Jika hanya sekadar berucap, apakah itu akan membantu kondisi korban? Semoga harimu dipenuhi empati yang didasari perilaku bukan hanya omongan,” tulisnya.

Artikel Asli