Disindir Ingin Jadi Presiden RI, AHY Putra SBY: Why Not?

Suara.com Dipublikasikan 06.23, 20/11/2019 • Reza Gunadha
Agus Harimurti Yudhoyono. (@agusyudhoyono/instagram)
Agus Harimurti Yudhoyono. (@agusyudhoyono/instagram)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku ingin menjadi presiden. Dia juga menjawab pertanyaan siapa presiden Indonesia yang disukainya.

Hal ini diungkapkan Agus saat hadir menjadi bintang tamu dalam podcast milik Deddy Corbuzier yang videonya diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (19/11/2019).

"Do you want to be presiden, right? (Kamu ingin jadi presiden, bukan?)" tanya Deddy kepada AHY.

Agus mengatakan, "Jawaban ini bisa disalahartikan kalau enggak dijawab secara utuh. Wajar jika warga negara, saya pikir bro juga harapan menjadi one of the best, saya tadi sedikit mengapresiasi,when you are a magician you are the best, true? Fakta itu".

Ia pun menyinggung prestasi-prestasi yang dicapai Deddy Corbuzier dalam body builder dan pembawa acara.

AHY merasa tidak salah jika seseorang ingin menjadi yang terbaik, termasuk dalam hal politik yaitu menjadi presiden.

"Jadi wajar, kalau saya ditanya, ya,'why not?'. Kenapa enggak? Kalau kita ingin menjadi salah satu putra terbaik bangsa. Tapi presiden atau jabatan apapun yang lainnya itu bukan final bagi saya," ujar Agus.

"Karena kalau hanya menginginkan suatu posisi will be obsessed, dan kalau itu terjadi obsesi yang berlebihan ambisi berlebihan enggak mengukur diri kita akan stres," imbuhnya.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di video YouTube Deddy Corbuzier (Screenshot YouTube Deddy Corbuzier)

Kemudian Deddy memotong perkataan AHY dan memintanya membayangkan jika suatu saat dia menjadi presiden.

"What kind of legacy, yang diingat ini anda presiden seperti apa?" tanya Deddy

"Yang memikirkan rakyatnya dan memajukan bangsanya," jawab AHY.

Deddy tidak puas dengan jawaban putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Ia lalu bertanya kembali, "Apa yang ingin lu ubah?".

"Mindset kita semuanya untuk bersatu dan mengubah segala tantangan menjadi peluang untuk kemajuan," jawab Agus.

Lalu Deddy mengajukan pertanyaan lain kepada Agus, terkait siapa presiden Indonesia yang disukainya.

Agus menjelaskan, "Saya itu enggak terbiasa mengkultuskan siapa pun, termasuk ayah saya sendiri karena berbahaya. Begitu ada pemimpin dikultuskan nanti bisa salah konteksnya. Yang kita ingin dapatkan adalah apa nilai-nilai yang ditinggalkan, legacy seperti apa yang bisa kita lanjutkan".

Ia merasa semua presiden di Indonesia termasuk ayahnya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

AHY berpendapat, "Kalau saya melihat semua presiden ada plus minusnya. Ada kehebatan ada kekurangannya. Nah kekurangan itu yang harusnya dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya".

"Jawaban anda politis ya?" ujar Deddy sambil tertawa.

"Iya kan kita politisi," balas AHY.

Artikel Asli