Dirut Transjakarta: Naik Angkutan Umum Lebih Aman Daripada Nebeng Mobil Tetangga

SINDOnews Dipublikasikan 13.44, 05/08 • Ichsan Amin
Dirut Transjakarta: Naik Angkutan Umum Lebih Aman Daripada Nebeng Mobil Tetangga
Suasana di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Adam Erlangga

Direktur Utama PT Trans Jakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, naik transportasi umum bus Transjakarta dinilai jauh lebih aman daripada naik mobil tetangga.

Dia beralasan, standar yang ditetapkan pengelola transportasi seperti bus Transjakarta, MRT maupun KRL sudah jelas dan menjadi rutinitas di masa pandemi.

"Ya saya bisa bilang transportasi umum seperti Transjakarta, MRT maupun KRL rutin dilakukan protokol kesehatan sehingga lebih aman daripada naik mobil tetangga. Karena untuk transportasi KRL, Transjakarta maupun MRT baik dari penumpang maupun sarananya, dimana penumpang diwajibkan pakai masker dan diperiksa suhu tubuh. Untuk sarana rutin dilakukan penyemprotan desinfektan," ungkapnya pada Forum Diskusi Publik School of Business and management Institut Teknologi Bandung yang digelar secara virtual, Rabu (5/8/2020). (Baca juga: Warga Wonocolo Surabaya Dirikan Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19)

Dia menambahkan, di masa pandemi Covid-19, penerapan ganjil-genap di Ibukota Jakarta bukan dimaksudkan untuk memindahkan orang dari angkutan umum ke angkutan pribadi. "Bagi saya ganjil-genap itu penegasan kepada warga masyarakat bahwa kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap di DKI harus dipahami bahwa implementasinya berbeda dengan ketika penerapannya dilakukan pada situasi sebelum pandemi Covid-19. (Baca juga:Total Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI Capai Rp2,4 Miliar)

"Pemerintah DKI Jakarta ingin menegaskan bahwa sistem ganjil genap itu berbeda penerapannya di stuasi pandemi covid-19. Dan, hasilnya cukup terasa dalam dua hari terakhir dimana terjadi penurunan angkutan pribadi di kisaran 4-5%," pungkasnya.

Artikel Asli