Dipecat Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino Ternyata Punya Kedekatan dengan Gelandang Persija

INDOSPORT.com Diupdate 09.57, 20/11/2019 • Dipublikasikan 11.40, 20/11/2019 • Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Isman Fadil

INDOSPORT. COM - Mauricio Pochettino, pelatih yang baru saja dipecat klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur, ternyata punya kedekatan khusus dengan gelandang milik Persija Jakarta.

Nama Mauricio Pochettino pada hari Rabu (20/11/19) ini menjadi buah bibir pecinta sepak bola. Tepat dini hari tadi, sang juru taktik asal Argentina tiba-tiba dipecat Tottenham Hotspur setelah kurang lebih lima tahun bersama.

Alasan pemecatan tak lain karena peforma Tottenham Hotspur yang begitu anjlok pada musim 2019/20. Lihat saja tabel klasemen hingga pekan ke-12, Pochettino hanya bisa membawa Tottenham duduk di peringkat 14 dengan torehan 14 poin.

Maklum, Tottenham selama dibesut Pochettino selalu bisa bersaing menghiasi deretan top six papan atas. Namun yang diraih sekarang jauh dari ekspetasi, sehingga Pochettino harus merelakan jabatannya.

Terlepas dari kabar pemecatan, ada satu fakta menarik tentang Pochettino. Bila ditelaah jauh ke belakang, Pochettino terlihat memiliki kedekatan spesial dengan seorang gelandang Persija Jakarta.

Sosok gelandang Persija Jakarta yang dimaksudkan bernama Joan Tomas. Pemain asal Spanyol itu pernah bermain untuk tim yang sama dengan Pochettino, yakni Espanyol.

Kisah kedekatan mereka terjadi pada tahun 2004 silam. Joan Tomas dan Pochettino kala itu sama-sama bermain untuk Espanyol.

Namun kedekatan yang tercipta tak terjalin secara langsung. Pasalnya, Joan Tomas dan Pochettino yang umurnya berbeda jauh, merumput bersama Espanyol dengan dua level tim berbeda.

Joan Tomas yang baru berusia 19 tahun, masih bermain untuk tim junior Espanyol B. Sedangkan Pochettino yang berusia 34 tahun, tergabung dengan tim senior Espanyol.

Sosok Joan Tomas sendiri meninggalkan Espanyol pada 2007, berpindah-pindah klub, hingga kini gabung Persija Jakarta. Sedangkan Pochettino pemain yang loyal, lantaran mau menjadikan Espanyol sebagai klub terakhir dan memutuskan gantung sepatu pada tahun 2006.

Artikel Asli