Dinkes Surabaya Akui Hasil Swab Warga Kedung Turi Ada Revisi

SINDOnews Dipublikasikan 17.46, 04/06 • Ali Masduki
Dinkes Surabaya Akui Hasil Swab Warga Kedung Turi Ada Revisi
Warga mengikuti tes swab di Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki

Permasalahan rancunya hasil pemeriksaan terhadap belasan warga Kedung Turi, Kota Surabaya, terkuak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, menyatakan hasil dari pemeriksaan laboratorium terdapat revisi.

(Baca juga: Ribuan Ikan di Waduk SIER Surabaya Mati Mendadak, Ada Apa?)

Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas COVID-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Dia menjelaskan, awal dari pemeriksaan sebanyak 15 warga tersebut menunjukkan hasil reaktif. "Itu saat dilakukan pengecekan dengan rapid tes," katanya kepada media, Kamis (4/6/2020) sore.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan tes swab. Hasil dari sampling yang dilakukan laboratorium menunjukkan negatif. Selang dua hari kemudian dikatakan dokter yang akrab disapa Feni ini ada perubahan data. "Iya, hasil yang ini diperbaiki. Direvisi. Diralat," ungkapnya.

Namun, Feni tidak menjelaskan alasan pasti mengapa data tersebut ada perubahan. Ia hanya menekankan, proses pemeriksaan sudah sesuai protap. Termasuk proses pemulangan warga. "Semua pemulangan pasien pasti ada protapnya," kata Feni.

Hal tersebut menjadi alasan mengapa para warga RW 8 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, ini mulanya dipulangkan. Terlebih pada saat pemulangan warga, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Kota Surabaya, juga beralasan serupa.

Itu terlihat dari hasil konfirmasi salah satu media kepada Kepala BPBD Linmas Surabaya, Irvan Widianto. Dalam konfirmasi via pesan WhatsApp, pada Sabtu (30/5/2020) sore, Irvan menjelaskan jika 15 warga RT 4, RW 8 Kedung Turi, sudah dipulangkan. "Hasil tes swab negatif. Sudah dipulangkan semua," kata dia.

Sebelumnya, pemulangan warga Kedung Turi, menjadi sorotan. Itu lantaran dari 15 warga yang dipulangkan dari isolasi oleh Pemkot Surabaya, lima di antaranya kembali dinyatakan positif.

Padahal, keterangan yang diperoleh pihak pengurus RT dan RW, pemulangan tersebut dilakukan dengan alasan para warga sudah dinyatakan negatif. Kondisi tersebut kian karut-marut, lantaran dua dari lima warga yang diduga positif tersebut tengah berada di Madura.

Artikel Asli