Dilaporkan IDI soal Dugaan Ujaran Kebencian, Jerinx SID Mangkir dari Panggilan Polisi

Kompas.com Dipublikasikan 08.35, 04/08 • Setyo Puji
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx saat ditemui di gala premiere film Mama Mama Jagoan di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018) (KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG)

KOMPAS.com - I Gede Ari Astina atau Jerinx SID dilaporkan ke polisi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali.

Ia diduga melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian atas unggahannya yang ditulis di akun media sosial.

"Jadi, yang dilaporkan terkait dengan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui medsos di akun Instagramnya dia," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi, saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Terkait dengan pelaporan IDI tersebut, dikatakan Syamsi, polisi sudah melakukan pemeriksaan saksi dan pelapor.

Bahkan, sebelumnya sempat melakukan pemanggilan terhadap Jerinx. Hanya saja pada pemanggilan pertama itu yang bersangkutan belum bisa hadir.

Oleh karena itu, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan kedua pada Kamis (6/8/2020) mendatang untuk dimintai keterangan.

Lebih lanjut dikatakan Syamsi, salah satu unggahan Jerinx yang diperkarakan adalah karena menyebut IDI sebagai kacungnya WHO.

Adapun kalimat yang dimaksud yakni, "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19," tulis Jerinx.

Penjelasan IDI

Sementara Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja mengatakan, unggahan yang ditulis Jerinx pada akun medsosnya tersebut dianggap sangat menghina IDI.

Sebab dalam kalimat itu dituliskan IDI sebagai kacungnya WHO.

"Iya, terkait menghina IDI sebagai kacungnya WHO, IDI ikatan apa itu. Kita kan organisasi kan merasa terhina terhadap hal itu," kata Suteja, saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Terkait dengan kasus tersebut, pihaknya menyerahkan kasus itu kepada polisi untuk dapat diproses lebih lanjut.

"Karena ada menghina, saya lapor kalau unsurnya memenuhi kan ditindaklanjuti (polisi). Kalau tidak, ya silakan berargumen di pengadilan," kata dia.

Penulis : Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor : Robertus Belarminus

Editor: Setyo Puji

Artikel Asli