Dikucilkan Tetangga karena Virus Corona, Via Vallen : Luar Biasa Jahat!

Suara.com Dipublikasikan 03.09, 30/05 • Yazir Farouk
Pedangdut Via Vallen di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018). [suara.com/Ismail]
Pedangdut Via Vallen di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018). [suara.com/Ismail]

Suara.com - Pedangdut Via Vallen merasa dijauhi tetangga usai sang adik dinyatakan positif terpapar virus corona. Pelantun Sayang ini menilai sikap mereka keterlaluan.

"Para tetangga menjauh, seperti melihat setan kalau anggota keluargaku lewat,"
tulisnya di Insta Story beberapa waktu lalu.

Via Vallen bingung apa yang membuat para tetangga itu sampai menjauhinya. Padahal bulan puasa lalu, banyak diantara mereka ramai mengelilingi kediaman sang biduang untuk mendapat bantuan sembako dan takjil.

"Kalau memang corona semenakutkan itu, pasti yang ngambil sudah ketularan. Tapi buktinya kalian semua baik-baik saja," tegas Via Vallen.

Via Vallen (Instagram)

Terlebih, kejadian itu sudah sebulan yang lalu. Sementara sang adik telah menjalani masa karantina sesuai aturan.

"Adikku OTG (Orang Tanpa Gejala) makanya karantina di rumah," jelas penyanyi asal Sidoarjo ini.

Via Vallen memastikan tidak akan membahayakan orang-orang di sekitarnya. Ia mengurung sang adik dan tidak mengizinkannya keluar bahkan hanya sekadar ke dapur.

Namun hal itu tak cukup bagi para tetangga. "Pakai acara mau demo segala. Ketakutannya terlalu berlebihan, seolah corona ini aib!," tulis Via Vallen.

Via Vallen (Sumarni/Suara.com)

Penyanyi 28 tahun ini bisa saja berbuat jahat, dengan menyebarkan virus itu saat para tetangga mendapatkan sembako. Namun hal itu jelas tidak akan pernah dilakukan Via Vallen.

"Pas rame orang nunggu sembako, aku suruh adikku bersin depan kalian. Biar nggak nanggung-nanggung. Kita udah jaga baik-baik, sesuai protap, tapi masih begini kelakuannya. Luar biasa jahat," kata Via Vallen.

Artikel Asli