Dikasih Review Jelek, Pedagang Online Ini Lakukan Kekerasan

Keepo.me Dipublikasikan 09.22, 20/01 • Muhammad Sidiq Permadi

Hati-hati kalau mau ngasih review negatif!

Bagi seorang pengusaha, terutama para pengusaha online, review dari pembeli adalah hal yang sangat diperhatikan. Pasalnya, semakin banyak review positif dari pembeli, maka semakin besar pula kemungkinan lapak si pengusaha akan sukses. Sebaliknya, semakin banyak review negatif dari pembeli, maka semakin besar kemungkinan pembeli ogah untuk berbelanja di lapaknya itu.

Perlu diketahui bahwa adanya review negatif bisa membuat jiwa dan emosi si pemilik lapak menjadi tidak stabil, lho. Apalagi kalau mereka udah berusaha keras untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Bahkan dalam kasus tertentu, mereka sampai tidak bisa mengendalikan diri mereka dan akhirnya melakukan tindak kekerasan terhadap pembeli yang memberikan review negatif tersebut.

Gak percaya? Seperti yang dilansir dari laman Aneh di Dunia, Selasa (14/1/2020), berikut ini deretan insiden kekerasan yang terjadi akibat review negatif yang ada di internet.

1.Richard Brittain vs Paige Rolland

www.anehdidunia.com
www.anehdidunia.com

Richard Brittain adalah seorang novelis yang baru saja menerbitkan novel miliknya yang berjudul "The World Rose". Awalnya Brittain sangat sumringah karena review atas novelnya yang kebanyakan bernada positif dan bahkan ada yang menyandingkan dirinya dengan J.K Rowling serta Charles Dickens.

Namun, kesumringahan Brittain tiba-tiba berubah lantaran melihat review negatif yang diberikan oleh Paige Rolland. Rolland dalam review-nya menulis kalau dirinya sudah keburu bosan saat baru membaca beberapa halaman dari novel karya Brittain.

Rolland juga mengkritik beberapa aspek yang ada di novel Brittain, seperti sampul novel, alur cerita, gaya penulisan, hingga sosok Brittain itu sendiri. Bahkan harga novelnya pun dikritisi. Setelah membaca review tersebut, Brittain pun jadi naik darah.

Britain menggunakan Facebook untuk dapat mengetahui seluk beluk Rolland. Setelah tahu kalau Rolland kerja di sebuah toko bahan makan, Brittain pun langsung tancap gas menuju tempat kerja Rolland yang jaraknya 640 km dari tempatnya.

Sesampainya di toko, Brittain mengambil botol anggur dan langsung memukulkannya ke arah kepala Rolland. Setelah itu, ia pun melarikan diri. Akibat insiden tersebut, Rolland mengalami luka di kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menerima jahitan.

Brittain sendiri berhasi ditangkap pihak kepolisian setelah melihat rekaman kamera CCTV di tempat Rolland bekerja. Karena sebelumnya Brittain sudah pernah memiliki rekam jejak kriminal, maka hakim lantas menjatuhkan hukuman penjara selama 2,5 tahun.

2.Yang vs Liu

www.anehdidunia.com
www.anehdidunia.com

Seorang blogger asal Taiwan yang bernama Liu tengah mengunjungi sebuah restoran yang dikelola oleh Yang. Di sana ia memesan mi daging beserta sejumlah makanan kecil. Karena Liu merasa tidak nyaman ketika makan di sana, ia pun lantas menuliskan pengalamannya makan di restoran tersebut.

Di dalam review-nya, Liu mengeluh kalau makanan yang disajikan di restoran terlalu asin. Selain itu, Liu juga mengklaim kalau restoran tersebut tidak bersih karena terdapat kecoa yang berkeliaran serta lingkungan restoran yang tidak nyaman untuk dikunjungi karena sang pemilik tidak menyediakan lahan parkir yang memadai.

Sejumlah pengunjung restoran Yang yang membaca tulisan Liu lantas bertanya langsung kepada Yang mengenai kebenaran dari isi artikel tersebut. Setelah melihat ulasan negatif Liu, Yang pun marah dan melaporkan Liu kepada pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

Di pengadilan, hakim mengabulkan gugatan Yang karena berpendapat kalau Liu hanya mencoba satu jenis makanan sehingga bukan berarti semua makanan dari restoran Yang itu asin.

Selanjutnya pihak pengadilan tidak menolak klaim Liu kalau ada kecoa di restoran tersebut. Namun, tingkat kebersihan restoran yang buruk menurut hakim terlalu dilebih-lebihkan oleh Liu.

Atas pertimbangan tersebut, hakim memutuskan untuk menjatuhi hukuman penjara selama 30 hari kepada Liu. Selain itu, Liu juga harus menjalani masa percobaan selama dua tahun dan membayar ganti rugi sebesar 200 ribu dollar Taiwan.

3. Zhang vs Xiao Li

www.anehdidunia.com
www.anehdidunia.com

Sebagai penjual online, menghadapi pembeli yang tidak sabaran tentu sangat menyebalkan. Hal itulah yang dirasakan oleh Zhang. Semuanya bermula ketika Zhang mendapatkan pembeli yang bernama Xiao Li. Karena barang pesenan tidak kunjung dikirim selama beberapa hari, Xiao Li yang sudah kesal pun memberikan rating negatif di lapak milik Zhang.

Zhang yang merasa kesal atas tindakan Li lantas langsung mengirimkan pesan bernada ancaman. Pada akhirnya Zhang mengirimkan barang pesenan berupa pakaian ke alamat Li. Hal yang mengejutkan adalah Zhang sendiri yang langsung mengirimkan barang pesenan tersebut ke alamat Li.

Ketika sudah berhadapan langsung dengan Li, Zhang yang kesal langsung memukul dan menendang Li berulang kali sebelum akhirnya pergi melarikan diri. Akibat insiden tersebut, Li harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Meski telah terbaring lemah di atas ranjang, Zhang masih saja mengirimkan pesan ancaman melalui telepon sambil memperingati Li kalau mungkin Zhang akan menyerangnya kembali di masa depan. Zhang sendiri pada akhirnya ditangkap pihak kepolisian dan lapakonline-nya langsung dihapus oleh situs tempatnya berjualan.

Itu dia deretan insiden kekerasan akibat pemberian review negatif di jagat internet. Namanya juga manusia, pedagang juga punya batas sabar. Tapi, gak boleh sampai melakukan tindak kekerasan macem di atas begitu juga, ya. Nah, buat kamu yang masih seneng ngasih review negatif, tolong pikirin lagi deh.

Artikel Asli