Dijual Kakek 44 Tahun Lalu, Mobil Ini Dibeli Kembali Cucunya dengan Harga Sama Rp1 Juta

iNews.id Dipublikasikan 05.39, 09/08 • Dani M Dahwilani
Bob Sportal membeli Chevrolet 1957 dari petani John Van Der Veen pada 1976 dengan harga 75 dolar AS atau sekitar Rp1 juta. (Foto: Carbuzz)
Bob Sportal membeli Chevrolet 1957 dari petani John Van Der Veen pada 1976 dengan harga 75 dolar AS atau sekitar Rp1 juta. (Foto: Carbuzz)

PRINSBERG, iNews.id - Banyak benda yang menjadi memori dalam keluarga. Salah satunya adalah kendaraan yang dipakai di masa kecil.

Seperti yang terjadi di Amerika Serikar (AS). Bob Sportal, membeli truk pikap Chevrolet 1957 pada 1976. Dia menggunakannya untuk bekerja di Prinsberg, Minnesota, AS setiap hari selama 38 tahun sampai pensiun.

Pada saat itu, Bob Sportal membeli Chevy 1957 dari petani pensiunan John Van Der Veen dengan harga 75 dolar AS atau sekitar Rp1 juta. Sekarang Sportal telah pensiun dan tidak lagi membutuhkan truk.

Dia memutuskan untuk menjualnya ke Tom Leenstra, cucu dari mendiang petani yang menjual truk tersebut ke Sportal lebih dari 40 tahun lalu.

"Ini sesuai dengan tujuan saya. Inilah saatnya bagi orang lain untuk mendapatkan kesenangan darinya," kata Bob Sportal, seperti dilansir dari Carbuzz, Minggu (9/8/2020).

Dia dikenal di kota Prinsberg saat mengendarai pikap Chevrolet berkarat. Komponen berderak truk yang sudah usang menimbulkan suara berdenyit menjadi perhatian warga.

Kondisi pikap yang lelah telah memburuk selama bertahun-tahun, tetapi nilai sentimentalnya menutupi ini. Bodywork penyok dan telah berkarat selama bertahun-tahun, pelapisnya disatukan dengan lakban, dan rem hampir tidak berfungsi.

Sang istri terus menerus mengganggu Bob Sportal untuk menyingkirkan truk agar lebih banyak ruang di garasi. "Ini semakin usang. Remnya tidak bekerja dengan baik. Cucu ingin tumpangan dan bagaimana jika pintunya terbuka," katanya.

Selama lebih dari 10 tahun, kerabat Tom Leenstra berusaha membujuk Bob Sportal menjual truk tersebut. Dia akhirnya mengalah dan menyerahkan truk itu kepada Tom hanya dengan 75 dolar AS, harga yang sama dibayarkan untuk truk itu pada 1975 (walau kurs saat dibeli jauh lebih mahal). Lebih penting adalah truk itu telah dipersatukan kembali dengan keluarga aslinya.

"Itu yang saya bayar, jadi saya akan menjualnya kalau begitu. Ini masuk dalam keluarga, jadi itu yang paling penting," kata Bob Sportal

Menerima kunci asli truk yang dibawa kakeknya adalah momen emosional bagi Tom. "Ini seperti menunggang kuda dengan Kakek lagi," ujarnya.

Untuk menyegarkan kembali truk milik kakeknya, Tom berencana mengganti suspensi dan mesin. Namun, saat ini dia berencana mengendarainya dalam kondisi asli untuk menghormati ingatan sang kakek.

Artikel Asli