Dijanjikan Menikah, Perempuan di Makassar Malah Ditipu WNA Iran

iNews.id Dipublikasikan 05.10, 06/08 • Antara
Perempuan yang menjadi korban penipuan di Makassar. (Foto: Antara).
Perempuan yang menjadi korban penipuan di Makassar. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Seorang perempuan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Vivi Anna, menjadi korban penipuan oknum warga negara asing (WNA) asal Iran. Modus pelaku dengan berjanji akan menikahinya dalam waktu dekat.

Anna mengatakan, kejadian ini berlangsung pada 2018 lalu dan telah dilaporkan ke Polda Sulsel sekitar September 2019. Namun hingga saat ini kasusnya belum juga rampung.

"Semua upaya telah saya lalui. Saya dua kali masuk rumah sakit karena depresi," kata Anna di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (6/8/2020).

Kejadian ini bermula ketika dia berkenalan dengan terlapor Siavash, WNA Iran. Awalnya dia membantu terlapor untuk proses pembabtisan di gereja karena akan menikah dengan kekasihnya.

"Anehnya, sebulan kemudian kekasihnya mengaku sudah putus. Lalu Siavash mendekati saya, kemudian kami menjalin hubungan," ujar dia.

Pada akhir tahun 2018, Siavash mendatangi orang tua Anna dan mengutarakan niatnya untuk menikahi korban. Namun di tengah perjalanan, pelaku mulai banyak menuntut, mulai dari menyediakan tempat tinggal hingga uang saku.

Karena Siavash tidak bisa berbahasa Inggris, akhirnya meminta bantuan rekannya Baback Kazeri menjadi penerjemah, karena sudah lebih dari enam tahun menjadi imigran di Indonesia.

Sejak itu, permintaan demi permintaan semakin meningkat dan bahkan anak dari Baback berusia enam tahun yang sedang sakit dan butuh operasi di Jakarta juga dibiayainya.

Anna sendiri mulai merasakan keanehan karena Siavash sangat temperamental dan kasar. Siavash hanya mau mendengar perkataan dari Baback Kazeri.

"Setelah berjalan beberapa bulan, baru saya mengetahui kalau ini adalah drama, play game dari Baback dan Sharareh itu," katanya.

Permasalahan baru, kata dia, mulai muncul saat Siavash mengaku jika mantan istri dan anaknya mengancam akan datang ke Indonesia jika tidak balik ke Iran.

Akhirnya pada 1 Januari 2019, Siavash kembali ke negaranya. Rencana yang sudah disusun lama untuk menikah pada 12 Januari 2019 berantakan, karena pelaku tak kunjung kembali ke Indonesia.

"Siavash ini terus mencari alasan tidak mau kembali ke Indonesia. Akhirnya, saya memutuskan untuk ke Iran mencarinya tetapi dia menolak," ujar dia.

Anna baru tahu ternyata semuanya hanya kebohongan pelaku. Sebab Siavash tidak berada di Iran, melainkan masih berada di Indonesia, namun tak tahu di mana. Padahal dia sudah sampai membiayai ongkosnya pulang.

Artikel Asli