Dihentikan Ahok, Bus Zhong Tong Beroperasi Lagi di Jakarta

CNN Indonesia Dipublikasikan 03.51, 16/10/2019 • CNN Indonesia

Bus TransJakarta dengan merek asal China, Zhongtong kembali beroperasi sejak Jumat (11/10), seperti dikonfirmasi oleh Kepala Divisi Sekretaris dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Disposanjoyo.

Bus merek Zhongtong ini sempat diberhentikan operasinya di era kepemimpian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena mengalami sejumlah permasalahan. Bus tersebut kerap terbakar sehingga dipersoalkan dari segi keamanan. Selain itu bus Zhongyong juga pernah terkait praktik korupsi.

Nadia menjelaskan alasan bus Zhongtong kembali beroperasi, yakni sebagai solusi untuk melayani pengguna TransJakarta yang semakin banyak.

"Mekanisme penggunaan saat ini untuk melayani peak hour di lokasi-lokasi yang padat, tergantung dari rencana harian yang disiapkan dan disesuaikan dengan monitoring lapangan melalui command center," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).

Saat itu, kata Nadia, PPD tak dapat menyerahkan bus pada waktu yang ditentukan. Kemudian pada 2018, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) mengeluarkan putusan agar Transjakarta mengoperasikan 59 unit bus gandeng merek Zhong Tong tersebut. Ia pun menyebut Zhong Tong akan tetap membayarkan penalti dan wanprestasinya berdasarkan kontrak di 2013.

Bus Zhong Tong punya rekam jejak buruk. Bus ini beberapa kali terbakar, seperti yang terjadi Maret 2015 lalu saat melintas di depan gedung PMI, di Jalan Gatot Soebroto.

Komponen kelistrikan yang buruk diduga jadi penyebab bus Zhong Tong kerap terbakar. PT Transportasi Jakarta lantas meninggalkan bus-bus yang dianggap tidak aman dan beralih ke merek bus lain yang lebih aman dan nyaman untuk masyarakat.

Budi Kaliwono saat masih menjabat Direktur Utama TransJakarta pada 2018 lalu menjelaskan armada bus yang kerap bermasalah adalah asal China. Di samping mencegah bus terbakar, alasan lain bus asal negeri Tirai Bambu tidak dipilih lagi karena tidak memiliki agen pemegang merek (APM) di Indonesia.

"(Bus) China tidak jelek, cuma itu tidak ada agen untuk perawatan. Bus Scania kuat, Mercedes-Benz kuat. Jadi karena tidak punya perawatan (bus China di Indonesia), kami tidak bisa maksimal," kata Budi di Kudus, Jawa Tengah, 14 Februari 2018 lalu.

Ahok saat masih menjadi gubernur pun dibuat kesal dan berniat mengganti bus itu. "Kami akan beli bus baru terus," kata Ahok di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2015 lalu.

Kualitas bus merek Zhong Tong menurut Ahok tidak tidak jelas. Padahal, Ahok yang kala itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta menyatakan sudah meminta agar bus yang didatangkan berasal dari produsen bus ternama.

"Tapi mereka (oknum di Pemprov DKI) mainkan. Makanya yang selalu menang bus yang jelek dari Tiongkok," kata Ahok.

"Beberapa spesifikasi teknisnya sudah upgrade. Untuk setiap penggunaan bus, setiap hari kami harus memastikan kesiapan guna operasi sebelum melayani warga. Standar minimum untuk bisa siap guna operasi harus kami sematkan untuk setiap unit disesuaikan dengan rencana operasi harian," jelas dia.

Jalur yang akan dilintasi bus Zhong Tong bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Namun, kata Nadia, bus Zhong Tong utamanya digunakan di koridor 1 (Blok M-BRT Stasiun Kota) , koridor 6 (BRT Ragunan-Dukuh Atas 2) dan koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) saat jam sibuk.

Terkini, menyikapi beroperasinya kembali bus Zhong Thong ini, Gerindra lewat akun resminya meminta Transjakarta kembali menghentikannya sebab ada kekhawatiran risiko keselamatan.

'Meninjau aspek keselamatan pelayanan transportasi TransJakarta, Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menilai operasional bus buatan China, Zhongtong, sebaiknya tak dilanjutkan,' demikian kicauan Gerindra di Twitter, Selasa (15/10) malam.

Artikel Asli