Diduga Teroris, Karyawan BUMN Krakatau Steel Ditangkap Densus 88

Kompas.com Dipublikasikan 16.07, 14/11/2019 • Kontributor Banten, Acep Nazmudin
thawornnurak
Ilustrasi

CILEGON, KOMPAS.com - Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang terduga teroris di wilayah Provinsi Banten, Rabu (13/11/2019). Satu di antara yang ditangkap diketahui bekerja di PT Krakatau Steel (Persero).

Hal tersebut dipastikan berdasarkan konfirmasi resmi yang dirilis oleh pihak perusahaan. Corporate Secretary Krakatau Steel, Pria Utama, menyebut jika yang ditangkap adalah karyawan level staf setingkat supervisor.

"Yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor, bukan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk," kata Pria melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/11/2019).

Pihak Krakatau Steel, kata Pria, menyerahkan sepenuhnya penangkapan tersebut kepada proses hukum yang berlaku. Perusahaan, juga disebut mendukung mendukung upaya memerangi terorisme di Indonesia. 

Baca juga: 9 Fakta di Balik Penangkapan Terduga Teroris di Riau, Bikin Takut Warga hingga Berencana Buat KTP

Adanya karyawan BUMN yang ditangkap lantaran terkait dugaan teroris di Banten juga sudah dikonfirmasi oleh Polda Banten.

"Tidak menutup kemungkinan ada salah satu karyawan di BUMN," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi. 

Sebelumnya, empat orang terduga teroris yang ditangkap di Banten, masing - masing berisinial DA (28) Lelaki, QK (54) Laki-laki, AP (45) laki-laki, dan MA (45) Laki-laki.

Edy mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (13/11/2019). Saat ini, kata dia, empat orang yang ditangkap dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan upaya penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. 

Penangkapan tersebut, kata Edy, berdasarkan hasil pengembangan dan penangkapan pelaku sebelumnya di wilayah lain. Keempat diduga kuat merupakan anggota jaringan teroris. 

Baca juga: Densus 88 Tangkap Pasangan Suami Istri Terduga Teroris di Cianjur

Penulis: Kontributor Banten, Acep NazmudinEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli